
CHINA dan Kanada saling tuding atas terjadinya insiden antara pesawat militer ke dua negara di atas perairan Laut China Timur (LCT), Selasa (17/10) dengan melontarkan klaim masing-masing.
Kejadiannya, menurut versi Kanada, pesawat tempur CP-140 Aurora milik AU-nya saat sedang mengawasi sanksi DK PBB terhadap Korea Utara di atas perairan int’l di LCT nyaris disenggol oleh pesawat tempur J-10 China, bahkan ditembaki dengan peluru suar (flare).
“Aksi ugal-ugalan semacam itu jelas berbahaya dan tidak bisa diterima. Kami akan melaporkannya pada RRC dengan cara yang tepat, “ kata Menhan Kanada Bill Blair seraya menambahkan, pesawatnya berada di atas koridor udara int’l saat terus dikuntit dan diprovokasi oleh pesawat China.
Wartawan Kanada yang ikut dalam penerbangan pesawat intai itu bahkan menyebutkan, pesawat China bermanuver dalam jarak cuma sekitar lima meter dan beberapa kali menembakkan peluru suar.
Sebaliknya, Beijing menuding, pesawat AU Kanada itu sudah menerobos wilayahnya dan juga melakukan kegiatan spionase dengan kedok menjalankan mandat DK PBB.
Sementara Jubir Kemlu China, Mao Ning menyampaikan insiden tersebut menurut versi mereka dengan menyebutkan, pesawat Kanada itu dihadang oleh pesawat tempur negaranya karena melanggar kedaulatan dan mengancam keamanan nasional China.
Saling tuding antara China dan Kanada juga terjadi sebelumnya pada Juni 2022 saat pesawat Kanada yang sedang berpatroli dihadang oleh pesawat China sehingga terpaksa bergeser dari jalur penerbangannya.
Saling tuding terhadap pelanggaran wilayah sering terjadi di antara negara yang saling bermusuhan yang biasanya cuma unjuk kekuatan tanpa sanksi apa-apa. (AP/Reuters)




