Kiat Membuat Resolusi Tahun Baru yang Realistis

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Awal tahun 2024, ramai pembahasan mengenai penyusunan resolusi tahun baru. Resolusi tahun baru merupakan harapan-harapan yang disusun dengan tujuan agar semua hal di tahun berikutnya dapat berjalan sesuai keinginan.

Menurut definisi dari situs Dictionary Cambridge, resolusi tahun baru dapat diartikan sebagai janji yang dibuat oleh seseorang pada diri sendiri untuk memulai melakukan hal-hal yang baik atau menghentikan perilaku yang buruk, dimulai sejak hari pertama di tahun yang baru.

Proses pembuatan resolusi tahun baru tidaklah sulit. Tidak ada panduan baku yang mengikat terkait hal ini. Setiap orang dapat membuat resolusi tahun baru sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan kemampuan masing-masing.

Psikolog klinis dewasa yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Klinis wilayah Banten, Mega Tala Harimukthi SPsi MPsi, memberi kiat membuat resolusi tahun baru yang realistis, dimulai dari mengevaluasi dari resolusi setahun sebelumnya.

“Resolusi idealnya dibuat dengan tolok ukur evaluasi dari resolusi di tahun sebelumnya, supaya bisa menentukan goals di tahun berikutnya,” katanya dilansir dari Antara.

Namun, bila seseorang tidak mempunyai resolusi di tahun sebelumnya, bisa membuat yang baru. Caranya, dengan membandingkan pencapaian dari sebelum-sebelumnya, sudah sesuai atau masih harus ditingkatkan.

Mega mengatakan sebenarnya seseorang punya kebebasan membuat resolusi yang realistis atau tidak. Namun, resolusi yang terlalu tak realistis akan menyebabkan seseorang frustasi mencapainya. Oleh karena itu, perlu dibuat skala prioritas di tahun baru ini.

“Misalnya prioritasnya adalah menikah tapi sekarang masih kuliah, Ya berarti menuju goals itu kita harus merancang step by step-nya, menyusun skripsi atau tesis baru bisa menikah,” ujar Mega.

Dia mengingatkan pentingnya seseorang mempunyai tujuan yang jelas dan spesifik agar resolusi yang dibuat menunjukkan prioritas sehingga bisa tercapai optimal. Sebaliknya, apabila dia tidak mempunyai tujuan yang jelas dan spesifik, maka biasanya resolusi tak menunjukkan prioritas sehingga dalam mencapainya tidak optimal.

“Karena bisa jadi di tengah jalan fomo atau fear of missing out sama kehidupan orang lain atau hal yang sedang hits di masanya,” kata Mega.

Masing-masing orang perlu mengenali diri sendiri termasuk kelebihan dan kekurangan serta harus jujur mengenai ini. Selanjutnya, perlu membuat skala prioritas dalam hidup di tahun baru, kemudian menentukan tujuan besar dan target waktunya.

Langkah berikutnya yakni merancang tahapan yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan dan mengarahkannya serta membuat evaluasi berkala dan lembar ceklis dari setiap tahapan.

“Evaluasi berkala misalnya setiap bulan atau per 3 bulan atau per 6 bulan. Dari evaluasi kita bisa lihat apa sudah sejalan dengan resolusinya atau masih ada yang perlu ditingkatkan lagi,” tutur Mega.

Jangan pernah membandingkan resolusi milik pribadi dengan orang lain karena ini akan sangat menghambat usaha diri mencapai resolusi yang sudah dibuat.

“Don’t be fomo, let be jomo (joy of missing out)! Kalau membandingkan, bandingkanlah diri kita hari ini dengan diri kita di tahun sebelumnya. Setelah berusaha optimal waktunya menyerahkan ke kuasa Tuhan semesta,” pungkasnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here