Gegara Covid-19 Polio Muncul Lagi

Tiga kasus polio terdeteksi lagi di Jawa Tengah dan Jawa Timur akibat program vaksinasi terhambat pandemi Covid-19.

DUA kasus lumpuh layuh akut (acute flaccid paralyse – ATF) ditemukan di Jawa Timur dan satu lagi di Jawa Barat, diduga akibat terhambatnya kegiatan vaksinasi rutin di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Plh Direktur Pengelolaan imunisasi Kemenkes Lily Banonah, dua kasus lumpuh layuh akibat virus polio type-2 ditemukan Desember 2023 dengan kronologi kasus yang berbeda.

Kasus pertama dialami oleh anak perempuan usia enam tahun (NH) yang tinggal di Jawa Tengah dengan status vaksin polio (OPV) tidak lengkap, hanya dua kali vaksin tetes yang lalu terkonfirmasi mengalami lumpuh layuh akut ada 21 Nov. ’23.

Kasus lumpuh layuh kedua dialami MAF, anak laki-laki berusia satu tahun sebelas bulan yang terkonfirmasi pada 22 Nov. ’23 walau ia memiliki riwayat imunisasi lengkap, namun setelah diperiksa, ia ternyata mengidap malnutrisi.

Sedangakan kasus ketiga dialami MAM, anak laki-laki berusia tiga tahun satu bulan yang terkonfirmasi pada 6 Des. 2023. Ia telah menerima empat dosis vaksin OPV dan satu dosis vaksin polio suntik (IPV).

“Pemunculan polio disebabkan kegiatan vaksinasi menurun selama pandemic Covid-19 sehingga dampaknya baru muncul kini, “ ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip Kompas, Jumat (5/1).

Budi mengemukakan hal itu seusai mengikuti rapat internal dipimpin Presiden Jokowi membahas Peraturan Pelaksanaan UU No. 17 tahun 2023 tentang kesehatan.

Polio tergolong penyakit serius yang bisa berdampak pada sistem syaraf dan kelumpuhan otot kaki yang brlangsung sementara atau permanen tergantung tingkat keparahannya, bahkan ada yang gjalanya baru mumcul 10 sampai 20 tahun pasca infeksi.

Polio yang ditularkan virus polio yang menyebar melalui kontak langsung melalui kotoran manusia yang terinfeksi atau druplet menyerang pernafasan sehingga  penderita  mengalami kesulitan bernafas bahkan gagal nafas .

Sudah ada ribuan tahun lalu

Penyakit ini sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun lalu, tercermin dari gambar di Mesir kuno menampilkan anak berjalan dibantu tongkat karena mengalami lumpuh layuh, tetapi pemahaman tentang penyakit polio baru diketahui pada abad ke-20 dengan ditemukannya vaksin polio.

Sukses pemberantasan polio dicapai pada awal 1950-an pasca penemuan vaksin penyakit akibat virus tersebut oleh dokter Jonas Salk dari Amerika Serikat dan setelah Majelis Kesehatan Dunia  mengadopsi  resolusi pemberantasan polio pada 1998 yang berhasil menurunkan kasus polio dari 350.000 menjadi enam kasus pada 2021.

Indonesia sendiri dinyatakan bebas polio oleh WHO paada 2014, namun kejadian luar biasa muncul lagi di Klaten dan Pamekasan akhir Desember 2023, sebelumnya juga terdeteksi di Aceh dan Jawa Barat (pada 2022) dan menyebar di 10 propinsi pada 2006.

Menurut catatan, cakupan program vaksinasi dasar lengkap selama pandemi Covid-19 turun dari 82,4 persen pada 2020 menjadi 79,6 persen pada 2021 sehingga penyakit yang bisa dicegah melalui vaksinasi seperti polio pun meningkat.

Ayo gencarkan lagi vaksnasi dasar termasuk polio yang lengkap.

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here