JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan para pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan umum atau pribadi via darat untuk berhati-hati terhadap potensi bencana tanah longsor saat melewati wilayah perbukitan dalam dua hingga tiga hari mendatang.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyampaikan imbauan ini seiring dengan prediksi peningkatan intensitas hujan dalam rentang waktu tersebut, yang diperkirakan mencapai 150-300 mm, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Intensitas hujan yang tinggi tersebut sangat mungkin bisa berpotensi menimbulkan tanah longsor, utamanya di perbukitan, dan bukan hanya kawasan permukiman tapi pelaku perjalanan juga waspada,” ujarnya, dilansir dari Antara.
Pusdalops BNPB mencatat 35 kejadian bencana dalam seminggu terakhir, termasuk dua di Sumatra Utara, di mana tujuh mobil tertimpa longsor dan menewaskan satu keluarga di Sibolga.
Kejadian serupa tercatat di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, di mana tanah longsor menimbun lima mobil yang sedang melintas, menewaskan dua orang dewasa dan seorang bayi.
Sebelumnya, BNPB telah mengidentifikasi sejumlah daerah yang berpotensi mengalami tanah longsor akibat hujan deras, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara, Papua, Sumatra bagian barat, dan Sumatra bagian Selatan.
”Kalau dalam perjalanan hujan dan di depan Anda sudah ada longsor, maka bergegaslah menghindar, cari tempat aman 20-30 meter dari areal itu, atau lebih baik menunggu sampai hujan berhenti bila berada di lokasi rawan longsor,” katanya.
BNPB telah menyiapkan petugas, logistik siaga bencana, dan kampanye informasi bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, serta TNI-Polri, berdasarkan informasi dari BMKG.





