Ini Tanggapan Gubernur Banten Soal Warteg yang Dirazia Satpol PP

Ilustrasi razia warteg Foto: katabanten.com

Serang- Gubernur Banten Rano Karno ikut menanggapi polemik razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang terhadap warteg milik Saeni di  Jalan Cikepuh Kampung Tanggul, Keluruhan Cimuncang, Serang, Banten.

Kendati sedang menunaikan umrah, Rano turut memberikan komentar. Ia meminta agar pemerintah kabupaten kota melakukan tindakan dengan mengedepankan langkah persuasif.

“Saya selaku Gubernur Banten mengajak dan mengimbau kepada pemerintah kabupaten kota untuk melakukan langkah-langkah persuasif, dan humanis dalam menegakkan aturan,” katanya melalui rilis yang dilansir JPNN, Senin (13/6).

Pemeran Si Doel ini menyesalkan tindakan Satpol PP yang dapat menimbulkan penafsiran negatif dan represif atas penegakan hukum. “Saya meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing melakukan langkah-langkah yang tak perlu,” katanya.

Sosialisasi aturan, sambungnya, harus memperhatikan nilai keadilan dan kemanusiaan agar tidak menyakiti satu belah pihak. “Saya memandang, sosialisasi aturan dan law enforcement harus tetap memperhatikan pentingnya menegakkan keadilan dan merawat sisi kemanusiaan,” kata Rano.

Sekali lagi, kata dia, mari menyerukan pada semua pihak untuk mengedepankan cara-cara yang manusiawi dalam menegakkan aturan. “Toleransi ada karena sadar bahwa kita tak selalu sama. Mari kita rayakan kemajemukan dengan penuh rasa syukur, dengan taburan rahmat dan limpahan kasih sayang,” tambahnya.

Ketua MUI Provinsi Banten Am Romly juga ikut menyikapi pemberitaan razia rumah makan di Kota Serang. Secara resmi MUI Banten mengeluarkan statmen resmi, bahwa Satpol PP sebagai aparat pemda yang berwenang melakukan penindakan dalam menegakkan Perda tidak pandang bulu. Akan tetapi, tidak ada penyitaan barang dagangan.

Pihaknya mengajak, agar umat Islam Banten tetap tenang, menjalankan ibadah puasa dan amaliah Ramadan. “Jangan terpancing jika ada provokasi pihak yang tidak rela melihat kedamaian di kalangan umat Islam dan masyarakat Banten dengan memanfaatkan kejadian ini,” ujarnya.

Advertisement