Waspada Bencana saat Musim Hujan 2026-2027,  Durasi Lebih Pendek tetapi Lebih Intens 

JAKARTA, KBKNEWS.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di Indonesia mulai berlangsung pada November 2026 hingga awal 2027.

BMKG mengingatkan masyarakat terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi selama periode tersebut.

Deputi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan awal musim hujan dan puncaknya diprediksi terjadi dalam waktu yang berdekatan. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan longsor.

“Yang perlu kita waspadai adalah periode diantara awal masuknya musim hujan dengan puncaknya musim hujan untuk periode musim hujan ini secara umum berdekatan. Sehingga perlu kita waspadai bersama lonjakan musim hujan, lonjakan curah hujan yang terjadi pada musim hujan tahun ini, sehingga bisa menyebabkan dampak turunan seperti banjir dan longsor,” kata Ardhasena dalam pemaparan prediksi musim hujan 2026-2027, Selasa (22/9/2026).

Menurut Ardhasena, musim hujan tahun ini diperkirakan berlangsung lebih pendek sehingga hujan berpotensi turun lebih intens dalam periode tersebut. Dari 582 zona musim di Indonesia, sebanyak 482 zona diprediksi mengalami musim hujan dengan durasi lebih pendek.

Sementara itu, 60 zona musim diprakirakan mengalami musim hujan lebih panjang dan 40 zona lainnya berlangsung dengan durasi normal.

“Musim hujannya itu lebih pendek, periode antara masuknya musim hujan dengan puncaknya juga relatif dekat, dan durasi dari musim hujannya juga lebih pendek, sehingga kita perlu waspadai dari periode di mana hujan itu turun secara intens,” ujar Ardhasena.

BMKG memprediksi puncak musim hujan sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Desember 2026, Januari 2027, hingga Februari 2027. Kondisi tersebut menunjukkan musim hujan mengalami kemunduran di sebagian besar wilayah daratan Indonesia.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here