TANGERANG—Semesta Hijau Dompet Dhuafa melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan World Environment Day. Sedikitnya 70 peserta dari masyarakat umum ambil bagian.
Direktur Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Syamsul Ardiansyah mengatakan, program yang diberi tajuk “Ramadhan Menanam” ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kawasan pesisir pantai. Hal ini mengingat kawasan pesisir merupakan wilayah yang paling rentan terkena abrasi akibat air laut.
“Kawasan pesisir merupakan wilayah yang paling rentan terkena abrasi akibat air laut. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya alih fungsi hutan mangrove yang menjadi lahan permukiman, pelabuhan, lokasi wisata karena direklamasi dan sebagian menjadi tempat peternakan ikan,” kata Syamsul, Sabtu 11 Juni 2016.
“Apabila dibiarkan terus menerus lambat laun akan mengikis kawasan tersebut,” tambahnya.
Syamsul juga menjelaskan, Desa Ketapang dipilih sebagai tempat kegiatan karena wilayah tersebut mengalami dampak abrasi yang cukup parah, baik karena gelombang air laut maupun akibat eksploitasi besar-besaran pasir pantai untuk reklamasi pantai beberapa tahun silam.
Perbaikan daerah atau hutan mangrove menjadi suatu keharusan agar ekologis hutan mangrove bisa kembali pulih. Hal ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya untuk perbaikan ekonomi dalam jangka panjang.
Sekretaris Desa Ketapang Wawan Surayu mengatakan wilayah pesisir Desa Ketapang dari tahun ke tahun mengalami pengikisan akibat abrasi. Hal ini diperparah dengan adanya tambang pasir di sekitar lokasi tersebut. Ini menjadi berkah dari masyarakat di Desa Ketapang.
“Semoga dari aksi ini dapat menjadi penyelamat kawasan pantai di Ketapang yang sejak tahun 1990-2004 rusak karena pengerukan pasir pantai. Sekitar 50-60 hektare lahan sekitar pantai hilang,” ujar Wawan.
Kegiatan ini juga melibatkan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), Â Koalisi untuk Keadilan Perikanan (Kiara), dan Humanitaria Forum Indonesia (HFI).





