Perang Ukraina Terus Berlanjut

UKraina menolak seruan Paus Fransiskus untuk kibarkan bendera putih pada Rusia

MINGGU (10/3) sudah memasuki hari ke-746 Perang Rusia – Ukraina sejak invasi negara Beruang Merah itu  wilayah tetangganya pada 24 Februari 2022, namun alih-alih mereda, pertumpahan darah terus berlanjut dan korban pun terus berjatuhan.

Ukraina dengan lantang menolak dan mengecam saran pemimpi tertingi umat Katolik, Paus Fransiskus untuk menyerah dan berunding dengan pihak Rusia yang telah menginvasi wilayahnya lebih dua tahun.

Paus Fransiskus dalam pernyataan yang disampaikan Sabtu (9/3) menyerukan agar rezim Kyiv pimpinan Presiden Volodymyr Zelenskyy memiliki keberanian untuk mengibarkan bendera putih alias berunding dengan Rusia.

“Bendera kami adalah bendera kuning dan biru. Ini adalah bendera dimana kami hidup, mati, dan menang. Kami tidak akan pernah mengibarkan bendera lain,” ujar Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di medsos.

Saat berperang melawan Rusia, lanjut Kuleba,  rakyat Ukraina bersumpah untuk tidak menyerahkan wilayahnya dan ia meminta  Paus untuk berdiri di pihak yang benar, bukan memosisikan keduanya untuk bernegosiasi.

Namun Kuleba juga berterima kasih ata doa-doa  perdamaian yang terus disampaikan Paus dan berharap ia melakukan lawatan Apostolik ke Ukraina untuk mendukung lebih dari satu juta umat Katolik Ukraina dan lebih lima juta umat Katolik-Yunani yang ada di negerinya.

Sementara itu serangan Rusia di Ukraina timur, Minggu (10/3)   dilaporkan menewaskan tiga orang pada Minggu dan serangan terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di kota Myrnograd melukai belasan orang.

Sebaliknya pasukan Ukraina juga dilaporkan menyerang sejumlah desa perbatasan Rusia di wilayah Kursk , menewaskan satu orang.

Gubernur Kursk Roman Starovoyt mengatakan pasukan Kyiv telah menembaki desa Kulbaki, sekitar 10 kilometer dari perbatasan Ukraina merusak sebuah bangunan dan menewaskan seorang perempuan menghuninya.

Pertempuran dengan menggunakan drone juga dilancarkan kedua belah pihak yang sama-sama mengklaim kemenangan. UKraina mengaku telah menjatuhkan 38 Drone Shahed buatan Iran yang diluncurkan pihak Rusia (9/3) , sebaliknya Rusia menyatakan pihaknya telah menghancurkan sedikitnya 47 drone Ukraina di wilayah perbatasan (8/3).

Diperkirakan ratusan ribu personil kedua belah pihak tewas di berbagai medan tempur di Ukraina, belum termauk warga sipil dan juga jutaan warga Ukraina yang terpaksa mengungsi ke negara-negara di sekitarnya.

Selain tekad pemerintah dan rakyat Ukraina untuk terus  bertempur, aliran persenjataan terutama dari AS dan negara-negara mitranya di Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO), menyulitkan Rusia menaklukkan bekas sesama negara anggota Uni Soviet itu.           (sumber: sejumlah kantor berita transnasonal/ns).

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here