JAKARTA – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan cuaca ekstrem yang disebabkan peralihan musim masih mengintai pada Ramadhan 1445 Hijriah.
Dia mengimbau warga Jakarta menjaga kondisi kesehatan. Heru menyebut ada beberapa penyakit yang berpotensi terjadi saat cuaca ekstrem, seperti demam berdarah dengue (DBD) karena adanya potensi genangan yang menjadi sarang nyamuk.
Terkait DBD, jelas Heru, telah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan melibatkan warga melaksanakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) agar tidak ada daerah yang terjangkit.
Selain itu, di masa pancaroba ini menurut Heru curah hujan yang menurun akan berisiko terjadinya peningkatan polusi udara, yang juga menimbulkan berbagai penyakit.
Terkait hal itu, Heru mengimbau warga lebih memperhatikan kondisi udara dan tidak keluar rumah saat polusi udara meningkat kecuali jika dalam keadaan mendesak.
“Kalau terpaksa beraktivitas di luar rumah harus menggunakan masker. Kami dari pemda akan selalu menyiapkan strategi pengendalian pencemaran udara (SPPU) termasuk melakukan kolaborasi lintas sektor,” ujar Heru.
Lebih lanjut, Heru menyebut pada masa pancaroba juga berpotensi meningkatkan penyakit infeksi saluran pernapasan.
Terkait hal itu, Heru mengingatkan untuk dapat menjaga kesehatan dengan berpegang kepada pedoman “CERDIK” yakni cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
“Selain itu perlu mengonsumsi multivitamin untuk menjaga imunitas,” ucap Heru.





