Selain Cuaca, BMKG Ungkap Penyebab Pulau Jawa Rentan Banjir

Respon DMC DD di lokasi banjir Demak/ foto: dompet dhuafa

JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa selain kondisi cuaca dan iklim yang tidak normal, penurunan permukaan tanah juga menyebabkan sebagian besar daerah di Pulau Jawa rentan terhadap banjir dan tanah longsor.

Menurutnya, hasil penyelidikan geologi yang dilakukan oleh tim BMKG menunjukkan adanya fenomena penurunan permukaan tanah, terutama di Kota Semarang, Pekalongan, dan Demak.

“Fenomena penurunan muka tanah ini diketahui merujuk dari hasil penyelidikan geologi yang diikuti oleh tim BMKG,” katanya dilansir dari Antara.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa wilayah pesisir di ketiga kota tersebut mengalami penurunan permukaan tanah sekitar 10 sentimeter per tahun selama 10 tahun terakhir.

Akibatnya, permukaan tanah di wilayah pesisir Jawa Tengah saat ini lebih rendah dari muka air laut.

Kondisi ini semakin diperparah oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Rossby Equatorial, dan tiga Bibit Siklon Tropis yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Itulah mengapa bila diguyur hujan air cepat menyebar, dan surutnya membutuhkan waktu lama dan juga tak sedikit berujung longsor,” ujarnya.

Dwikorita menegaskan bahwa hasil analisis ini menjadi dasar bagi pemerintah, lembaga legislatif, dan masyarakat untuk mencari solusi dalam meminimalkan kerentanan terhadap bencana banjir dan mengurangi dampaknya.

BMKG, kata dia, siap membantu dalam mitigasi bencana dan penanganan darurat bersama lembaga dan instansi lainnya demi kepentingan bangsa.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here