
ANTHONY Sinisuka Ginting berhasil mengakhiri penantian Indonesia selama 22 tahun untuk mencapai laga final tunggal putra turnamen badminton bergengsi All England setelah menaklukkan pemain Perancis, Christo Popoy, sedangkan Jonatan Christie menekuk Lakshya Shen dari India.
Di laga semi final All England yang digelar di Utilita Arena, Birmingham, Inggeris, Sabtu (163) melawan pemain muda asal Perancis itu, Anthony memenanginya setelah kalah pada set pertama dengan skor 19 – 21, lalu menang pada dua set berikutnya dengan skor 21 – 5 dan 21 – 11.
All Indonesian Final antara Anthony dan Jonatan Christie akan digelar di venue yang sama, Minggu pukul 17.00 WIB setelah di semi final, Jonatan alias Jojo berhasil menekuk pemain India, Lakshya Shen rubber set  dengan skor 21 – 12, 10 – 21 dan 21 – 19.
Perlawanan yang diberikan Popoy  cukup merepotkan walau pengalaman tandingnya di turnamen besar tidak sebanyak Anthony, teutama di set pertama yang membuat Anthony harus bekerja keras mengumpulkan poin demi poin dan kalah dengan skor 19 – 21.
Pada set pertama Anthony sempat unggul dengan skor 17 -13, namun disusul Popoy menjadi 18 – 17 setelah ia memperoleh lima poin berturut-turut, lalu langkah Anthony terhenti pada skor 19 – 21.
Anthony mendominasi permainan pada set kedua dan mengakhirinya dengan skor 21 – 5, namun pada set ketiga atau set penentuan, Popoy bangkit lagi dan berusaha menahan reli-reli panjang  agar Anthony membuat kesalahan. Anthony akhirnya memenangi set ketiga dengan skor 21 – 11.
Langkah Anthony sebelum mengikuti All England 2024 terbilang tidak begitu mulus. Di ajang Malaysia Terbuka Super 1000 tersingkir di babak kedua, lalu membaik pada dua turnamen berikutnya yakni mencapai perempat final di India Terbuka dan Indonesia Masters walau levelnya di bawah All England. Performa Anthony kembali menurun saat ia dikalahkan oleh pemain Singapura Loh Kean Yew  di babak kedua.
Pamor Indonesia sebagai raksasa turnamen bulu tangkis dengan 14 kali menjuarai turnamen Piala Thomas Cup mulai meredup setelah sejumlah negara Eropa juga menampilkan kader-kader pemain baru, begitu pula di Asia dengan bangkitnya China, Jepang, Korsel dan India.
Jonatan di venue yang sama, Minggu (17/3) akhirnya membawa nama Indonesia kembali dalam daftar juara tunggal putera All England sejak 1994 atau tiga dekade lalu setelah menekuk lawan senegaranya yang juga rekan sesama latihan di pelatnas pada awal-awal karier mereka, Athony dengan skor 21 -15 dan 21 – 14.
Sukses pebulu tangkis Indonesia di ajang All England kali ini juga diperoleh dari kemenangan juara bertahan ganda putera Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menaklukkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooy Yik 21 – 16, 21 – 16 dalam laga dengan permainan dalam tempo cepat yang berlangsung 44 menit.
Pembinaan bertahap dan konsisten mulai dari pemain kelompok umur harus terus dipacu jika Indonesia ingin terus tampil di ajang olahraga bulu tangkis mengingat semakin ketatnya persaingan dengam munculnya negara-negara dan pemain baru.
Semoga sukses di All England kali ini mengawali kebangkitan bulu tangkis Indonesia ke depan.




