Salah Kaprah Disebut Flu Singapura, HFMD Umum Ditemukan pada Anak

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock/Romolo Tavani)

JAKARTA – Hand Foot Mouth Disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki, dan mulut adalah penyakit yang mudah menular dan seringkali memengaruhi bayi serta anak-anak di bawah usia 5 tahun. Bahkan, anak-anak dengan rentang usia 5–10 tahun.

Profesor Dr. Tjandra Yoga Aditama, seorang ahli Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), menjelaskan bahwa HFMD bukanlah penyakit yang serius, tetapi sangat menular.

Menurut Tjandra, HFMD sering disalahpahami sebagai Flu Singapura. Padahal, kata dia, ini adalah penyakit yang umum ditemukan pada anak-anak dan bayi.

Tjandra menjelaskan bahwa HFMD memiliki masa inkubasi selama 3-7 hari yang ditandai dengan demam, munculnya ruam pada kulit, serta blister atau benjolan kecil di telapak kaki, tangan, dan di dalam mulut. Penderita biasanya kehilangan nafsu makan dan mengalami nyeri pada tenggorokan.

“Biasanya, setelah satu atau dua hari setelah demam, timbul keluhan nyeri di mulut dimulai dari blister sampai kemudian dapat menjadi mucus. Lesi dapat terjadi pada lidah, gusi, atau bagian dalam mulut lainnya,” katanya, dilansir dari Antara.

Tjandra mengatakan bahwa HFMD biasanya sembuh dalam waktu 7-10 hari dan pengobatannya hanya bersifat suportif. Penyebab HFMD adalah enterovirus, seperti coxsackievirus A16, EV 71, dan echovirus.

“Memang pada kejadian amat sangat jarang, HFMD akibat EV 71 juga dapat menyebabkan meningitis dan bahkan encephalitis. Infeksi EV 71 bermula dari saluran cerna yang kemudian menimbulkan gangguan neurologik. Selain itu, HFMD akibat coxsackievirus A16 juga dapat menyebabkan meningitis,” katanya.

Tjandra menjelaskan bahwa HFMD sangat menular melalui kontak langsung, cairan hidung dan tenggorokan, saliva, cairan dari blister, atau tinja pasien. Masa penularan paling tinggi terjadi pada minggu pertama setelah terinfeksi.

“Tidak ada pencegahan khusus untuk HFMD, tetapi risiko tertular dapat diturunkan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kalau keluhan cukup berarti memang baik berkonsultasi ke petugas kesehatan terdekat,” tuturnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here