BEIRUT—Rakyat Suriah yang terjebak di Aleppo harus menanggung derita lebih panjang. Pasalnya, bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak tak bisa dijangkau. Eskalasi konflik yang meningkat antara pemberontak dengan tentara pemerintah menjadi penyebabnya. Serangan udara terus menghujani kawasan ini.
“Selama beberapa minggu terakhir kita belum mampu membawa pasokan ke (Aleppo),” kata Christy Delafield, petugas komunikasi senior Mercy Corps, yang menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Aleppo, seperti dikutip dari Trust.org, Kamis (16/6/2016).
Delafield menambahkan, hampir setiap jam terdengar bunyi letusan tembakan. “Ini adalah masa terpanjang bagi kita untuk bisa masuk (menyalurkan bantuan),” katanya kepada Reuters.
Aleppo merupakan kota terbesar di Suriah. Populasinya mencapai 2 juta orang sebelum perang sipil pecah di Suriah. Kota ini berkali-kali menjadi rebutan antara tentara Assad dengan pemberontak. Kini kota ini dikuasai pemberontak, dan mencaplok Aleppo adalah ambisi terbesa Presiden Assad.
Kondisi ini membuat ratusan ribu orang terjebak dan terancam kelaparan. Harga kebutuhan pokok di kota ini melonjak drastis karena stok yang minim.





