3 Alasan Sedekah Tak Mengurangi Harta

Ilustrasi sedekah. (Foto: freepik.com)

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”
(HR Muslim, 2558)

JAKARTA – Memang terlihat paradoks. Secara logika, memberi sedekah berarti mengurangi jumlah harta. Misalnya, jika ada uang sebesar 20 juta, setelah memberikan sedekah sebesar 2 juta, maka sisanya hanya 18 juta.

Namun, mengapa Rasulullah shalallaahu alaihi wassalam menyatakan bahwa memberi sedekah tidak akan mengurangi harta? Mari kita telusuri penjelasannya satu per satu:

1. Sedekah Penarik Rezeki

Apakah membeli materai senilai 6 ribu Rupiah untuk menandatangani perjanjian bernilai jutaan Rupiah dapat dianggap sebagai pengurangan harta?

Apakah memasukkan segayung air ke dalam pompa saat musim kemarau dengan harapan memancing keluarnya lebih banyak air dari dalam pompa dapat dianggap sebagai pengurangan ‘harta’?

Jika kita berpikir dengan jernih, sedekah sebenarnya seperti membeli materai untuk perjanjian, yang akan menghasilkan nilai nominal perjanjian ketika ditandatangani di atas materai tersebut.

Jadi, tidak bisa menggunakan logika ‘uang dulu baru barang’, tidak bisa kita berkata “Mari kita tandatangani dulu, kemudian setelah uang keluar baru beli materai.” Sebaliknya, kita harus membeli materai terlebih dahulu agar perjanjian dapat disahkan dan nominal uang segera tersedia.

Hal yang sama berlaku untuk memasukkan segayung air dengan harapan mendapatkan lebih banyak air dari pompa. Kita tidak bisa berpikir “Saya akan memasukkan air ke dalam pompa ketika pompa ini sudah mengeluarkan air.” Ini adalah pemikiran yang aneh.

Banyak orang mungkin berpikir, “Saya akan memberi sedekah jika saya mendapatkan rezeki bulan ini.” Terdengar tidak aneh, bukan? Padahal, pikiran semacam itu justru sangat aneh. Padahal, sedekah adalah yang dapat memancing keluarnya rezeki bulan ini dengan cepat.

Dengan memahami sedekah seperti materai, insyaallah kita akan menyadari bahwa sedekah sama sekali tidak mengurangi harta.

2. Sedekah Menolak Bala dan Penyakit

Banyak orang memilih untuk mengasuransikan diri dan keluarganya, dengan membayar premi setiap bulannya, untuk mendapatkan perlindungan dan nilai tunai. Namun, apakah mereka hanya berpikir bahwa asuransi hanya menghabiskan uang?

Tidak, sebaliknya, mereka melihat asuransi sebagai bentuk tabungan atau bahkan investasi untuk masa depan mereka dan keluarga. Terutama ketika menghadapi situasi yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan, penyakit kritis, cacat, atau bahkan kematian.

Lalu, mengapa kita tidak bisa melihat sedekah sebagai bentuk tabungan atau investasi untuk masa depan juga? Padahal, jelas bahwa salah satu fungsi sedekah adalah untuk melindungi dari bencana dan penyakit, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah:

“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (HR Baihaqi dan Thabrani)

Jika asuransi saja tidak dianggap mengurangi harta, melainkan investasi, apalagi sedekah! Kita perlu menempatkan sedekah pada proporsi yang tepat.

3. Sedekah Menarik Cinta Allah

Apakah menggunakan lima ribu Rupiah untuk membeli setangkai bunga yang bisa membuat senyum istri di rumah dianggap sebagai pengurangan harta? Itu adalah pemikiran yang kikir.

Sebab, berapapun uang yang kita keluarkan untuk mendapatkan cinta dari pasangan hidup dan anak-anak sebenarnya sangatlah pantas dan layak.

Hal yang sama berlaku untuk sedekah. Berapapun jumlah yang kita keluarkan, sebenarnya sangatlah pantas dan layak demi mendapatkan cinta Allah. Tentu saja, prioritas harus diberikan kepada zakat sebagai kewajiban yang harus didahulukan.

“Tidak ada kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi apa yang aku wajibkan atas mereka.” (HR Bukhari)

Sedekah bukanlah kewajiban, namun bisa menambah cinta Allah pada kita. Maka, setelah menunaikan kewajiban, keluarkan juga tambahan sunahnya agar Allah bertambah sayang pada kita, dan hal tersebut sangat layak untuk diusahakan.

Semoga kita semakin paham dan yakin bahwa sedekah sama sekali tak mengurangi harta, justru makin memberi nilai atas harta kita.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here