Tangani Pengungsi Falluja, UNHCR Butuh Dana US$ 17,5 Juta

Ilustrasi pengungsi Irak Foto: Al Jazeera

JENEWA—Badan Pengungsi PBB (UNHCR) membutuhkan dana sedikitnya US$ 17,5 juta untuk menangani pengungsi di Falluja, Irak. Dalam beberapa hari terakhir ini, puluhan ribu orang eksodus dari Falluja karena peperangan antara tentara pemerintah dengan ISIS.

Data UNHCR menyebutkan ada 85 ribu warga yang eksodus dari Falluja sejak 23 Mei lalu. Jumlah terbanyak terjadi terjadi dalam tiga hari terakhir, di mana ada 60 ribu warga yang melarikan diri. “Ribuan lainnya juga berencana untuk meninggalkan kota itu,” ujar juru bicara UNHCR Ariane Rummery dalam siaran pers-nya yang dikutip dari ReliefWeb, Rabu (22/6/2016).

Rummery menjelaskan, dana tersebut sangat dibutuhkan untuk memperluas jumlah kamp dan bantuan darurat yang sangat dibutuhkan pengungsi. “Banyak yang mengalami sakit karena kekurangan makanan dan obat-obatan,” tambahnya. Rummery menekankan. “Kami juga membutuhkan dana untuk memberikan dukungan psiko-sosial untuk penduduk yang mengalami trauma ini.”

UNHCR dan mitra-mitranya telah menyediakan tenda dan bantuan kepada keluarga pengungsi di Amiriyat al Falluja, Al Khalidiya dan Habbaniyah Tourist City (HTC). Lokasi ini berjarak sekitar 20 sampai 30 kilometer dari Falluja.

Advertisement