BPBD Banyumas: Kerugian Bencana Banjir dan Longsor Rp 3,8 Miliar

Longsor Pacitan
Ilustrasi longsor/ist

BANYUMAS – Kerugian akibat bencana banjir dan longsor di Banyumas ditaksir mencapai Rp 3,8 miliar dan diperkirakan bisa meningkat lagi karena laporan masih terus berjalan.

“Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena laporan dari tingkat desa masih berjalan sehingga bisa mengalami perubahan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Prasetyo Budi Widodo di Posko Bencana Tambak, Banyumas, Selasa (21/6/2016).

Dilansir Antara, Berdasarkan pendataan BPBD, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Tambak serta banjir di Kecamatan Sumpiuh mengakibatkan puluhan rumah rusak berat, ratusan hektare lahan pertanian terendam, sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jembatan rusak.

Bukan hanya itu saja, bahkan kincir pembangkit listrik mikrohidro di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, mengalami kerusakan serta pipa air minum yang biasa memenuhi kebutuhan masyarakat setempat putus sepanjang 500 meter.

Terkait bencana tersebut, dia mengatakan Bupati Banyumas pada tanggal 20 Juni 2016 telah mengeluarkan surat penetapan status tanggap darurat hingga tanggal 1 Juli atau selama 11 hari.

Ia menambhakan bantuan logistik dari Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) juga telah disalurkan ke Posko Bencana Tambak.

Dengan adanya jalan yang terputus, menurutnya tiga dusun di Desa Watuagung sangat membutuhkan bantuan berupa beras karena akses jalan menuju wilayah itu tertutup material longsoran.

Untuk itu, Pemkab Banyumas melalui dinas terkait akan segera memperbaiki infrastruktur yang mengalami kerusakan meskipun perbaikannya bersifat sementara.

Advertisement