CILACAP – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Budi Setyawan mengatakan 1.227 keluarga yang terdiri atas 4.410 jiwa terdampak krisis air bersih di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Dia mengatakan ribuan warga terdampak tersebut tersebar dari 10 desa di 6 kecamatan.
Sepuluh desa tersebut meliputi Desa Bojong dan Ujungmanik (Kecamatan Kawunganten), Desa Cimrutu, Rawaapu, dan Bulupayungn(Kecamatan Patimuan), Desa Gintungreja dan Karanggintung (Kecamatan Gandrungmangu), Desa Rawajaya (Kecamatan Bantarsari), Desa Karang Kemiri (Kecamatan Jeruklegi), serta Desa Panikel (Kecamatan Kampunglaut).
Menurut dia, wilayah yang mengalami krisis air bersih itu tidak semata-mata kekeringan akibat musim kemarau.
“Jadi ada warga di beberapa desa seperti Ujungmanik dan Panikel yang sumurnya sebenarnya masih ada airnya. Namun air sumur tersebut terintrusi air laut sehingga tidak layak konsumsi,” katanya.
Dia mengatakan hingga saat ini, BPBD Kabupaten Cilacap telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 24 tangki atau setara 120.000 liter yang bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap tahun 2024 untuk warga yang mengalami krisis air bersih.
Pihaknya siap menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan permohonan yang diajukan oleh pemerintah desa setempat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa bijak dalam menggunakan air bersih karena berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, wilayah Cilacap akan segera memasuki puncak musim kemarau,” kata Budi.




