
KANGDING – Sebanyak delapan orang tewas dan 19 lainnya masih hilang hingga Minggu (4/8/2024) pukul 14.30 waktu setempat setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Kota Kangding di Provinsi Sichuan, China barat daya, menurut otoritas setempat.
Bencana ini terjadi pada Sabtu (3/8/2024), sekitar pukul 03.30 waktu setempat di Kangding, Prefektur Otonom Etnis Tibet Garze, menyebabkan runtuhnya jembatan terowongan dan menghancurkan rumah-rumah di Desa Ridi.
Sebanyak 16 orang dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, dengan empat orang sudah dipulangkan dan 12 orang lainnya masih dirawat tanpa risiko yang mengancam jiwa.
Runtuhnya jembatan di antara terowongan menyebabkan empat kendaraan terjatuh, dengan satu orang berhasil diselamatkan dan dirawat di rumah sakit, sementara 10 lainnya termasuk di antara korban yang hilang.
Sebanyak 291 petugas pemadam kebakaran dikerahkan, sementara 100 pekerja dimobilisasi untuk memulihkan kondisi jalan. Sebanyak 55 orang lainnya dari China Anneng Construction Group juga turut serta dalam upaya penyelamatan.
Desa tersebut terletak di lembah pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, dengan gunung-gunung di sekitarnya mencapai ketinggian lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut.
Seorang pejabat setempat mengatakan kepada Xinhua bahwa penduduk desa diberitahu untuk mengungsi 10 menit sebelum longsor tiba, setelah kepala pengawas sungai setempat mendapati air sungai menjadi berlumpur di tengah hujan lebat.
Lebih dari 900 orang di Desa Ridi dan beberapa desa di sekitarnya telah dievakuasi ke tempat yang aman.




