London, Inggris – Sepekan terakhir kerusuhan terjadi di Inggris akibat penusukan terhadap tiga orang anak di Southport pekan lalu. Laporan kepolisian Inggris menyatakan pelaku penusukan yang terjadi pada Senin (29/7) adalah Axel Rudakubana. Remaja itu lahir dan besar di Inggris.
Hingga saat ini rusuh di Inggris masih berlangsung. Peristiwa terkini pada Minggu (4/8) waktu setempat massa mencoba membakar hotel tempat penampungan pencari suaka di Rotherham.
Peristiwa penusukan ini dibumbui dengan hoaks. Berujung munculnya kericuhan di sejumlah wilayah hingga berdampaknya sangat luas. Hoaks Biang Keladi Rusuh Anti-Imigran.
Menurut berbagai penelusuran kerusuhan dipicu hoaks yang tersebar di sosial media. Dalam hoaks yang tersebar pelaku penusukan yakni Rudakubana disebut sebagai pencari suaka yang tiba dengan perahu di Inggris.
Selain itu, beberapa akun di media sosial juga menyebut Rudakubana penganut paham Islam radikal.
Analisa kantor berita Reuters, unggahan yang menyebut Rudakubana adalah pencari suaka atau imigran sudah ditonton 15.7 juta kali di X, Facebook, TikTok sampai Instagram.
Pada Kamis pekan lalu, PM Inggris Keir Starmer memperingatkan kepada pengelola sosial media untuk melarang hasutan kebencian atau hoaks seputar penusukan di Southport.
Starmeir menegaskan siap menegakkan hukum bagi siapa saja otoritas sosial media yang masih membiarkan hoaks perihal penusukan di Southport terus menyebar.
“Saya ingin katakan kepada perusahaan besar sosial media, dan mereka yang memilikinya, kekerasan dan kekacauan jelas-jelas terjadi secara daring. Itu terjadi di tempat kalian, hukum harus tegak,” kata Starmer.





