PESISIR SELATAN (KBK) – Korban kebakaran di Kampung Ngalau Gadang, Kenagarian Limau Gadang Pancuang Taba, Kec. IV Nagari Bayang Utara, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang terjadi pada Ahad (27/9/2015), yang kini di pengungsian mulai mengeluhkan sakit perut.
“Warga mulai banyak mengalami gangguan pencernaan dan kesehatan,” tutur Lia, bidan yang bertugas di Posko Kesehatan kepada KBK.
Dikatakan, Lia krban kebakaran memerlukan bantuan pangan yang memiliki asupan gizi lebih baik, selama ini mereka mengkonsumsi mie instan bantuan dari masyarakat sekitar.
“Dalam jangka waktu panjang, mi instan tidak baik untuk kesehatan pengungsi korban kebakaran,” terang Lia.
Seperti dilaporkan Kontributor KBK di Padang, Annisa Aulia, saat ini tak hanya kebutuhan pangan dengan gizi yang baik yang diperlukan masyarakat korban kebakaran, mereka berharap juga bantuan material untuk membangun kembali perumahan mereka yang telah rata oleh tanah.
“Mereka minta pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan untuk mengucurkan bantuan segera, karena tak mungkin warga terus-terusan tidur di tenda,” lapor Nisa, Ahad (4/10/2015).

Menurut Ijal 19 tahun, salah seorang warga korban kebakaran, penyebab kebakaran terjadi akibat korsleting listrik di salah satu rumah warga yang sedang ditinggal penghuninya.
“Kebakaran berlangsung begitu cepat, dalam 1 jam api membakar habis 19 rumah warga yang rata-rata terbuat dari kayu,” tutur Ijal.
Saat kebakaran terjadi, kisah Ijal, api dipadamkan hanya dengan mengandalkan segenap tenaga warga. Pasalnya, perkampungan ini lokasinya terisolir dan memiliki medan yang sulit untuk dilalui mobil pemadam keakaran. Kawasan ini juga blank spot, tidak mendapatkan sinyal selular, satu-satunya komunikasi yang dapat diandalkan warga dengan dunia luar hanya dengan surat tertulis.
Kejadian ini sudah dilaporkan pihak Wali Nagari (Kepala Pemerintahan Nagari) kepada Camat dan Bupati, sehingga bantuan pun segera tiba ke kawasan tersebut.
“Alhamdulillah kami telah menerima sejumlah bantuan seperti pangan dan pakaian. Juga posko kesehatan di lokasi untuk menangani masalah kesehatan warga,” tutur Wali Nagari, Azwar kepada KBK.
Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) Padang, juga turut memberikan respon atas kebakaran tersebut. Sabtu (3/10/2015) Tim Respon DDS menyerahkan bantuan paket pakaian dan baju sekolah. Paket langsung dibuka dan didistribusikan sesuai kebutuhan warga.
Menurut info dari Walinagari, diperkirakan kerugian mencapai 1,8 M.




