5 Wisata Sejarah di Jakarta Ini Cocok untuk Rayakan HUT ke-79 RI

Patung Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Ahmad Soebardjo di Ruang II: Ruang Perumusan, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta. (Foto: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

JAKARTA – Ada banyak cara untuk merayakan kemerdekaan. Selain upacara bendera, Anda yang berada di Jakarta bisa mengunjungi destinasi wisata sejarah sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Jakarta punya banyak sekali tempat bersejarah yang bisa Anda kunjungi, terutama saat peringatan 17 Agustus. Yuk, lihat rekomendasi wisata sejarah di Jakarta untuk memperingati HUT ke-79 RI.

1. Tugu Proklamasi, Taman Proklamasi

Tugu Proklamasi, yang sering disebut sebagai Tugu Jarum, dibangun untuk memperingati satu tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 1946. Monumen ini adalah yang pertama didirikan di dalam kompleks Taman Proklamasi, yang terletak di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat.

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Bangunan ini dulunya merupakan kediaman Laksamana Tadashi Maeda, seorang perwira angkatan laut Jepang yang membantu Indonesia merumuskan naskah proklamasi.

Sejak 1992, rumah bersejarah ini diubah menjadi museum. Museum ini berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, dan buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional dari pukul 08.00 hingga 16.30 WIB.

3. Gedung Joang 45

Gedung Joang 45 dulunya adalah sebuah hotel mewah bernama Hotel Schomper, yang dimiliki oleh pasangan Belanda LC Schomper dan AM Bruyn. Saat pasukan Jepang datang ke Batavia pada tahun 1942, hotel ini diambil alih oleh Jepang.

Gedung Joang 45 terletak di Jalan Menteng Raya No. 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, dan bisa dikunjungi pada hari Selasa hingga Minggu dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

4. Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional, atau Monas, adalah simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Bangunan ini didesain dan dibangun oleh arsitek serta insinyur Indonesia, yaitu Soedarsono, Silaban, dan Rooseno, pada tahun 1961.

Di Monas, ada tiga lokasi yang bisa dikunjungi, yaitu Museum Sejarah Nasional, Ruang Kemerdekaan, dan Pelataran Puncak Monas.

5. Museum Lubang Buaya

Dua puluh tahun setelah Indonesia merdeka, negara ini diuji dengan pemberontakan dalam peristiwa G30S. Museum Lubang Buaya adalah tempat wisata edukasi yang menceritakan tentang peristiwa G30S pada tahun 1965.

Di museum ini, pengunjung bisa mengenang jasa Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa tersebut demi memperjuangkan kesatuan bangsa Indonesia. Museum ini buka dari Senin hingga Sabtu, pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Mengunjungi tempat-tempat ini merupakan cara yang tepat untuk menghormati perjuangan para pahlawan dan mengenang sejarah Indonesia.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here