Bunyi sapi dan lonceng menghiasi rumah sederhan di ujung Gg. Rawa Semut II di bilangan Jl. Cikunir Bekasi Selatan. Ada ratusan sapi yang suaranya melenguh bersautan.
“Sederhana” itulah kata yang bisa menggambarkan sosok pengusaha muda yang sukses dengan berternak ratusan sapi. Ahmad Jupri namanya, memiliki aset dan investasi ratusan juta tak membuatnya terlena dengan dunia. “Bagi saya kekayaan terbesar adalah kenyamanan dan berkah, uang banyak tapi tidak nyaman dan berkah ya percuma,” ucapnya sewaktu ditemui di kediamannya.
Lahir dari keluarga petani kecil di desa, mau tidak mau membuatnya harus bersentuhan dengan dunia pertanian dan peternakan. Namun, kondisi itu juga yang membuatnya bangkit. “Saya anak ketiga dari sepuluh saudara, orang tua saya bertani hanya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Uang hasil pertanian yang kecil itu dibagi ke sepuluh saudara, ya tidak cukup, akhirnya mau tidak mau harus cari uang sendiri dengan bekerja,” tuturnya.
Seusai sekolah Jupri harus mengembala dan bertani untuk membiayai dirinya sendiri dan sekolahnya. Ia selalu mengembala kerbau milik tetangga, ia juga menanam sayur mayur di pekarangan rumah. “Waktu SMP saya sudah berternak lele dan ayam. Berlanjut sampai SMA. Dari situ saya bisa membiayai sekolah saya, sekaligus bisa membantu orang tua,” ujarnya mengenang masa kecil.
Bermula dari keterpaksaan itulah timbul rasa kecintaan pada sektor pertanian dan peternakan, lalu berbuah bisnis yang beromzet ratusan juta rupiah. Menurutnya, tidak semua keterpaksaan itu buruk. Sebagaimana yang ia alami, ia menemukan kecintaan dan menemukan bakat di sektor pertanian dan peternakan karena keterpaksaan.
Awal mulanya Jupri mengaku malu berprofesi dan berlatar belakang petani. “Bahkan saya tidak pernah membawa dan mengijinkan teman sekolah saya main ke rumah, malu,” tambahnya.
Rasa malu yang semula ia miliki, akhirnya lambat laun hilang, berganti dengan rasa bangga. Rasa bangga akan profesi pertanian muncul saat ia menempuh pendidikan S1 Ekonomi di Universitas Krisnadwipayana. Saat ia tahu jumlah uang jajan teman kampusnya, ia bergumam, “Kok masih banyakan saya yang petani. Dari situ saya mulai sadar bahwa pertanian ini bukan bisnis yang sembarangan,” tambahnya.
Jupi menuturkan, banyak orang yang masih salah kaprah memandang bisnis pada sektor pertanian dan peternakan. Bahkan masih banyak yang malu jika berprofesi sebagai petani atau peternak. “Dianggap tidak keren,” katanya. Padahal, menurutnya bisnis pertanian dan peternakan merupakan bisnis yang menjanjikan. Bahkan tanpa pertanian dan peternakan, katanya, Indonesia ini bisa hancur.
Ia menjelaskan bahwa negara maju seperti Amerika, Australia, Selandia Baru dll, komoditi unggulannya adalah sektor pertanian dan peternakan. “Masak kita enggak. Ini yang salah apa, apa cara berpikir kita yang salah. Tidak punya pola pikir yang maju atau gimana?,” tanyanya.
Menurut Jurpi, ada yang salah dengan paradigma berpikir masyarakat tentang bisnis pertanian dan pertenakan. Ia berpandangan bahwa ada tiga keuntungan berbisnis di sektor pertanian dan peternakan. Pertama, komoditi pertanian dan peternakan tidak pernah berubah kapan pun dan dimana pun. Hal ini berbeda dengan teknologi dan kebutuhan hidup seperti fashion, yang selalu berubah-ubah sesuai masanya. Jadi sektor pertanian dan peternakan tidak pernah ketinggalan zaman.
Kedua, bahan dari komoditi pertanian dan peternakan selalu dibutuhkan. “Kita lihat, penduduk dari waktu ke waktu selalu bertambah. Populasi semakin banyak, permintaan dari komoditi pertanian dan peternakan pun juga banyak. Permintaan dari dua komoditi ini tidak pernah sepi, tidak mungkin manusia berhenti untuk makan. Orang miskin pun juga butuh makan. Permintaan tidak ada habisnya,” jelas pria yang pernah menjadi Pemuda Pelopor Kota Bekasi tahun 2011 ini.
Terakhir, menurut pak Jupri keuntungan dalam berbisnis dari pertanian dan peternakan adalah mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Dalam sunnahnya, Rasulullah SAW menyuruh umatnya untuk berdagang, bertani dan bertenak. Sembilan dari sepuluh pintu rejeki adanya di perdagangan, pertanian dan peternakan. “Jika mengikuti sunnah Nabi pasti kita akan sukses dan tercapai cita-citanya,” ucapnya.
Jupri menambahkan tips sukses jika ingin berhasil dalam berbisnis adalah menjaga hubungan kita dengan Allah SWT. “Ya, karena Allah SWT mempunyai hak veto dalam penentuan hasil, bisnis itu pakai hati bukan akal. Kuncinya adalah berdzikir, berdoa dan berikhtiar” kata pria dua anak ini.
Menjaga hubungan dengan Allah SWT menurutnya bisa dijaga dengan zakat dan peduli dengan sosial. “Saya bermain judi dengan Tuhan. Kalau judi dengan manusia tidak pernah untung dan menang tetapi kalau kita judi dengan Tuhan pasti selalu menang. Bahkan diganti sepuluh kali lipat,” ujarnya.
Bersambung





