LUMAJANG – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa hadirkan peningkatan kapasitas dan sosialisasi wawasan tentang kebencanaan dan lingkungan di Aula Balai Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kegiatan diikuti sebanyak 30 perserta yang terdiri dari masyarakat dan perangkat masing-masing dusun serta desa di Desa Pronojiwo, dan dimulai Rabu (28/08/2024) hingga Kamis (29/08/2024).
Sosialisasi kali ini menggunakan tajuk ”Sinau Maneh: Sharing Session Relawan Kebencanaan”. Sinau maneh artinya belajar kembali, di mana bahwa ilmu pengetahuan kebencanaan dan lingkungan selalu berkembang serta dinamis, sehingga perlu sosialiasi digencarkan dengan masif dan berkelanjutan.
”DMC Dompet Dhuafa coba menggali lebih dalam informasi yang didapat dari sharing session relawan kebencanaan yang diselenggarakan dalam waktu dua hari mulai tanggal 28 – 29 Agustus 2024 dan diikuti 30 orang yang terdiri dari perwakilan perangkat desa, RW, RT dan perwakilan tiap -tiap dusun di Pronojiwo,” ungkap Moch. Syaiban, Staf Kesiapsiagaan dan Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim (KMAPI) DMC DD.
”Harapan diselenggarakan pertemuan ini adalah memberikan pengetahuan, gagasan, dan tempat bertukar pikiran demi dengan tujuan meminimalisir korban pada saat terjadi erupsi Gunung Semeru,” lanjut Syaiban.
Diketahui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat potensi luas bahaya Letusan Gunungapi Semeru di Provinsi Jawa Timur secara keseluruhan adalah seluas 32.208 Ha dan berada pada kelas Tinggi.
Jumlah penduduk terpapar bencana Letusan Gunungapi Semeru adalah 55.364 jiwa dan berada pada kelas Sedang.
Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 5.924 jiwa, penduduk miskin sejumlah 6.033 jiwa, dan penduduk penyandang disabilitas sejumlah 162 jiwa.
Total kerugian adalah sebesar 91,34 milyar rupiah yang terdiri dari kerugian fisik sebesar 42,50 milyar rupiah dan kerugian ekonomi sebesar 48,83 milyar rupiah.
DMC Dompet Dhuafa akan terus menggencarkan peningkatan kapasitas bagi masyarakat dan relawan garda terdepan dalam menanggulangi potensi bencana yang ada di sekitar mereka. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang.





