JAKARTA, KBKNEWS.id — Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar serangkaian kegiatan kesiapsiagaan bencana dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 pada Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi dua dekade pasca Gempa Bumi Yogyakarta 27 Mei 2006, yang masih dikenang sebagai salah satu bencana besar di wilayah tersebut.
Sebanyak 40 warga dari sekitar kantor Dompet Dhuafa Yogyakarta di Jl. Madubronto 35, Wirobrajan, mengikuti kegiatan yang meliputi sosialisasi mitigasi kebencanaan, simulasi evakuasi mandiri, hingga pelatihan pemadaman api skala rumah tangga.
Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta, Muhammad Zahron, menegaskan bahwa momentum 20 tahun gempa menjadi saat penting untuk mengevaluasi kesiapan menghadapi bencana.
“Dua dekade berlalu, fokus utama kami adalah evaluasi pengurangan risiko bencana, integrasi Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), serta peningkatan kapasitas simulasi evakuasi mandiri untuk mengurangi dampak korban,” ujarnya.
Dalam simulasi, peserta dilatih merespons berbagai situasi darurat seperti gempa bumi, kebakaran, dan banjir secara cepat dan terorganisir.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional HKB 2026 yang mendorong partisipasi aktif berbagai pihak dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana.
Melalui inisiatif ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap semakin banyak masyarakat terlibat dalam upaya kesiapsiagaan, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana.





