Putin Dukung Kamala Harris, Trump Bingung

Donald Trump dari Partai Republik (kiri) dan Kamala Harris dari Partai Demokrat yang akan bersaing dalam pilpres AS, 5 Nov. 2024. Jajak pendapat terakhir (23/7) oleh Reuters/Ipsos Harris unggul 44 persen berbanding 42 persen.

WASHINGTON – Mantan Presiden AS, Donald Trump, mengaku kebingungan setelah Presiden Rusia l, Vladimir Putin, menyatakan dukungannya kepada Wakil Presiden Kamala Harris dalam pemilihan presiden AS yang akan berlangsung pada 5 November mendatang.

“Putin mendukung Kamala, dan saya tidak tahu harus bagaimana, apakah saya harus mengucapkan terima kasih atau tidak,” kata Trump, di New York Economic Club,
Kamis (5/9/2024).

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak tahu apakah harus merasa terhina atau merasa bahwa dukungan tersebut justru membantu dirinya.

“Saya punya firasat. Saya tidak tahu harus berkata apa tentang itu. Saya tidak tahu apakah saya merasa terhina atau dia membantu saya,” ujar Trump.

Pernyataan ini muncul setelah Putin menyatakan Rusia mendukung Harris sebagai kandidat dari Partai Demokrat, setelah Presiden Joe Biden memutuskan mundur dari pencalonan presiden.

“Saya katakan bahwa favorit kami, jika boleh saya katakan adalah Presiden petahana Biden. Ia (Biden) disingkirkan dari persaingan, tetapi ia menyarankan agar semua pendukungnya mendukung Harris. Jadi, kami akan melakukan hal yang sama, kami akan mendukungnya (Harris),” kata Putin dalam forum ekonomi di Rusia.

Putin bahkan bercanda bahwa karena Harris tertawa dengan ekspresif, dia berharap Harris tidak akan menambah sanksi kepada Rusia.

Namun, pernyataan Putin ini segera mendapat teguran dari Washington. John Kirby, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, menyatakan bahwa Putin seharusnya tidak mencampuri atau memihak dalam pemilu AS.

“Putin harus berhenti bicara tentang pemilu kita, titik. Dia seharusnya tidak memihak siapa pun,” kata Kirby kepada wartawan.

Teguran ini muncul sehari setelah AS mengumumkan dugaan bahwa Rusia berusaha memengaruhi pemilu mendatang.

Sebelumnya, Biden, yang awalnya diusung sebagai kandidat dari Partai Demokrat, mengundurkan diri dari pencalonan pada 21 Juli dan mendukung Harris sebagai penggantinya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here