PBB: 625.000 Anak Gaza Putus Sekolah

Seorang warga Palestina berjalan di antara puing-puing saat mereka memeriksa rumah-rumah yang hancur akibat serangan Israel, di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Senin (27/11/2023). (Foto: ANTARA/REUTERS/Mohammed Salem)

GAZA – PBB pada Senin (16/9) mendesak masyarakat internasional untuk bertindak cepat guna mencegah bencana lebih lanjut di Gaza.

“Ini akan menjadi penilaian yang serius dan serius terhadap situasi di lapangan. Saya tetap sangat menyadari tanggung jawab besar yang dipikul masyarakat internasional dalam menangani tragedi perang ini,” kata Sigrid Kaag, koordinator kemanusiaan dan rekonstruksi senior untuk Gaza.

Kaag menyoroti besarnya dampak pada infrastruktur dan warga sipil Gaza, dengan mengatakan, “Infrastruktur kesehatan, yang sudah lumpuh, telah semakin hancur.”

Dia juga menekankan bahwa lebih dari 625.000 anak masih putus sekolah, dan masa depan mereka dibayangi oleh “trauma, kehilangan, dan kekurangan.”

Ia menegaskan kembali seruan untuk gencatan senjata, pembebasan sandera tanpa syarat, dan akses kemanusiaan tanpa batas, dengan menekankan perlunya kemauan politik yang mendesak.

“Waktu terus berlalu karena krisis kemanusiaan yang disebabkan manusia telah mengubah Gaza menjadi jurang terdalam,” katanya, seraya mencatat bahwa kurangnya perlindungan yang efektif bagi warga sipil adalah “tidak masuk akal.”

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here