BATAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memberikan klarifikasi bahwa kabar tentang tsunami di Kota Batam dan Tanjungpinang pada hari Selasa adalah hoaks.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar dan BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi terkait.
“Berita itu tidak benar dan BMKG tidak pernah membuat berita tersebut,” kata Ramlan dalam keterangannya, Rabu (18/9/2024).
Ia menambahkan bahwa kabar tersebut hanyalah isu yang tidak memiliki dasar ilmiah.
“Karena isu tersebut tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas,” ujarnya.
Ramlan menjelaskan bahwa wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam dan Bintan, bukanlah daerah yang dilalui oleh sesar aktif, sehingga tidak tergolong wilayah rawan gempa yang dapat menyebabkan tsunami.
“Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi (penyebab terjadinya tsunami) dengan tepat dan akurat, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya. Sehingga, BMKG tidak mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi,” tuturnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang beredar. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi BMKG di nomor 0813-1470-7352.
Sebelumnya, sejumlah media di Kepulauan Riau melaporkan informasi mengenai potensi tsunami akibat aktivitas seismik pada 17 September 2024 di Batam dan Tanjungpinang, yang sempat membuat masyarakat resah.
Namun, peristiwa yang terjadi sebenarnya adalah hujan lebat disertai angin kencang dengan kecepatan 29 knot, yang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan merusak makara kubah Masjid Agung Batam.





