TEPI BARAT – Kepala Badan UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan buldoser Israel merusak kantor badan bantuan PBB UNRWA di kamp Nur Shams, Tepi Barat, pada Kamis (31/10).
Philippe Lazzarini mengatakan di platform media sosial X bahwa kantor tersebut rusak parah dan tidak dapat digunakan lagi. Namun, militer Israel mengeluarkan pernyataan yang menyangkal tanggung jawab atas kerusakan apa pun pada gedung tersebut.
“Klaim bahwa kantor UNRWA di Nur Shams dihancurkan oleh tentara IDF adalah salah,” bunyi pernyataan tersebut, mengacu pada Pasukan Pertahanan Israel.
“Teroris menanam bahan peledak di sekitar kantor UNRWA yang kemudian diledakkan dalam upaya untuk melukai tentara IDF. Bahan peledak tersebut kemungkinan menyebabkan kerusakan pada bangunan tersebut,” kata pernyataan IDF.
Sebelumnya pada Senin, Israel mengesahkan undang-undang yang melarang UNRWA beroperasi di negara tersebut, undang-undang yang dapat memengaruhi pekerjaannya di Gaza yang dilanda perang.




