JAKARTA – Saat mengalami batuk dan pilek, tubuh berisiko mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan. Kehilangan cairan ini bisa disebabkan oleh demam, keringat, ingus, atau karena kurangnya nafsu makan dan minum. Untuk menjaga hidrasi tubuh saat flu, disarankan banyak minum air.
Dalam wawancara dengan Hindustan Times yang tayang pada Senin (4/11/2024), Dr. Abdul Majid Khan dari Olive Hospital di Hyderabad menjelaskan bahwa dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak dari yang diterima, baik karena kehilangan cairan yang berlebihan maupun asupan cairan yang kurang.
Semua cairan yang hilang mengandung elektrolit dengan jumlah yang bervariasi, sehingga kehilangan cairan selalu diikuti dengan hilangnya elektrolit.
“Pada infeksi saluran pernapasan atas, demam itu sendiri menyebabkan dehidrasi karena menyebabkan keringat berlebih dan peningkatan pernapasan. Selanjutnya, karena tubuh mengonsumsi energi untuk melawan infeksi, peningkatan kebutuhan energi dapat menyebabkan defisit energi,” kata Khan.
Ia menambahkan bahwa sakit tenggorokan yang umum terjadi saat infeksi saluran pernapasan atas bisa mengurangi asupan cairan dan berujung pada dehidrasi.
“Defisit tersebut semakin parah karena asupan makanan dan cairan yang tidak memadai secara kumulatif menyebabkan defisit energi, elektrolit cairan,” ujarnya.
Menurutnya, kekurangan cairan, elektrolit, dan energi saat terinfeksi virus dan infeksi saluran pernapasan atas dapat menyebabkan nyeri otot, kram, dan kelemahan otot.
“Selain itu, dehidrasi dapat menyebabkan penebalan sekresi yang membuatnya menjadi sulit dikeluarkan dari paru-paru,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa dehidrasi berdampak negatif pada gejala pernapasan, seperti batuk, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, menunda pemulihan, dan meningkatkan risiko infeksi berulang.
Khan menjelaskan bahwa pemberian suplemen elektrolit dan energi kepada pasien dengan infeksi saluran pernapasan atas bisa mempercepat proses pemulihan.
American Society of Parenteral and Enteral Nutrition (APSEN) merekomendasikan untuk mengonsumsi 60-120 ml cairan bening yang mengandung elektrolit dan kalori setiap 15 menit untuk membantu mengencerkan sekresi pernapasan selama sakit.
Khan juga mengatakan bahwa mengonsumsi elektrolit bersama air bisa meredakan nyeri otot dan kram selama infeksi.
Ia menyarankan agar selama mengalami infeksi, asupan karbohidrat tetap dijaga untuk mencegah tubuh memecah protein otot sebagai sumber energi.
Pada kondisi seperti demam, mengonsumsi minuman yang kaya elektrolit dan energi dapat membantu dalam proses pemulihan.
Khan menekankan pentingnya mengembalikan cairan, elektrolit, dan energi dengan cara yang tepat agar pasien bisa pulih lebih cepat.
“Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami demam tinggi, batuk, nyeri otot yang terus-menerus, atau gejala dehidrasi seperti lidah kering, urine berwarna gelap,” katanya.





