JAKARTA – Indonesia, Malaysia, dan Nigeria resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama dalam pengelolaan wakaf pada acara Indonesia Sharia Economic Festival ke-11 yang berlangsung di Jakarta belum lama ini.
Penandatanganan dilakukan oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin; CEO Yayasan Waqaf Malaysia, Ridzwan Bin Bakar; dan Ketua Azawon Nigeria, Muhammad Lawal Maidoki.
Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk memperkuat pengelolaan dan meningkatkan produktivitas wakaf melalui pertukaran pengalaman serta inovasi antarnegara.
“Poinnya terkait sharing pengalaman dan rencana kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak, bagaimana praktik wakaf di sana bisa memberi masukan kepada kita, dan sebaliknya,” ujar Kamaruddin Amin, yang juga Ketua BWI.
Ketiga negara memiliki tujuan yang sama dalam MoU ini, yaitu mengembangkan praktik wakaf dengan mengadopsi pengalaman dan pendekatan terbaik.
Indonesia berharap bisa memanfaatkan pengalaman Malaysia dan Nigeria dalam pengelolaan wakaf untuk memperkuat sistem wakaf di dalam negeri.
Selain itu, Indonesia juga akan membagikan pengalaman mengenai praktik wakaf produktif sebagai inspirasi bagi kedua negara tersebut. Kamaruddin menjelaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang untuk proyek kolaboratif.
“Kita sedang menjajaki potensi kerja sama, misalnya apakah ada wakaf di Indonesia yang bisa dibantu oleh Malaysia untuk memproduktifkan bentuknya, ini yang sedang kita pelajari,” jelasnya.
Kamaruddin juga menekankan pentingnya tindak lanjut nyata dari MoU ini agar kerja sama yang terjalin benar-benar memberikan manfaat.
“Harapannya tidak hanya sebatas MoU, tapi ada tindak lanjut konkret yang akan kita follow up bersama-sama,” tuturnya.
Kesepakatan ini semakin mempertegas komitmen Indonesia dalam mengembangkan wakaf di tingkat internasional dan membuka peluang inovasi dalam pengelolaan aset wakaf.
Dengan tindak lanjut yang konkret, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan wakaf produktif yang berdampak positif secara sosial-ekonomi dan bernilai religius.





