Penutupan Jalur Pendakian Gunung Dempo Pagar Alam Pasca Erupsi

Pendaki Gunung Dempo di jalur Kampung 4, Pagar Alam

Pagar Alam, Sumsel – Balai Registrasi Gunung Dempo (Brigade) mengumumkan penutupan jalur pendakian Gunung Dempo mulai hari ini, menyusul terjadinya erupsi gunung api tersebut. Penutupan ini dilakukan berdasarkan imbauan dari Pusat Vulkaniologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG).

Anggota Brigade Gunung Api Dempo, Dika Prasetiawan, menyatakan bahwa penutupan jalur pendakian ini berlaku untuk seluruh jalur pendakian Gunung Dempo. “Jalur pendakian ditutup mulai hari ini, dan tidak ada lagi aktivitas pendakian di Gunung Api Dempo,” ujar Dika seperti dikutip dari halaman detiksumsel.

Namun, Dika mengungkapkan bahwa penutupan ini bersifat sementara, dan waktu pembukaannya kembali masih menunggu keputusan dari PVMBG. Saat ini, PVMBG sedang memantau perkembangan aktivitas vulkanik gunung yang terletak di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Status aktivitas Gunung Dempo hingga saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Ini berarti, meskipun aktivitas vulkanik meningkat, situasi di sekitar gunung masih dianggap aman untuk warga yang tinggal di kaki gunung. Namun, pihak berwenang mengingatkan agar tidak ada aktivitas pendakian sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Gunung Dempo memiliki tiga jalur pendakian resmi, yaitu Kampung 4, Tugu Rimau, dan Jarai. Namun, hanya Kampung 4 dan Tugu Rimau yang terdaftar sebagai jalur pendakian resmi. Saat erupsi terjadi pada Sabtu (23/11/2024), tercatat ada 68 pendaki yang sedang berada di Gunung Dempo. Sebagian besar pendaki telah turun sebelum erupsi, namun beberapa masih berada di jalur pendakian.

Meskipun erupsi menghasilkan kolom abu setinggi 200 meter pada Sabtu sore, kondisi sekitar Gunung Dempo dinyatakan aman untuk warga. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here