JAKARTA – Setiap muslim perlu memahami bahwa sedekah adalah amalan mulia. Selain mendekatkan diri kepada Allah, sedekah juga mempererat hubungan antar manusia. Namun, agar sedekah memberikan keberkahan dan pahala sempurna, ada beberapa adab yang harus diperhatikan.
Berikut ini adalah adab-adab yang diajarkan Al-Qur’an mengenai cara bersedekah yang benar.
1. Memberikan Harta yang Baik
Dalam surah Al-Baqarah ayat 267, Allah memerintahkan umat Islam untuk bersedekah dengan harta terbaik, seperti hasil bumi atau barang bernilai tinggi. Kita dilarang memberikan barang berkualitas rendah atau yang tidak kita sukai.
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya…” (QS Al-Baqarah: 267)
Hal ini ditekankan kembali dalam surah Ali Imran ayat 92, yang menyatakan bahwa kebajikan sempurna hanya dapat dicapai ketika kita memberikan sebagian harta yang paling kita cintai.
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai…” (QS Ali-Imran: 92)
2. Tidak Menyakiti Perasaan Penerima
Al-Qur’an, dalam surah Al-Baqarah ayat 262, melarang umat Islam mengungkit-ungkit pemberian atau menyakiti hati penerima sedekah.
Sikap seperti ini dapat mengurangi pahala. Sebaliknya, kita dianjurkan untuk memberikan dengan tulus tanpa merasa lebih tinggi dari orang lain.
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al-Baqarah: 262)
Selain itu, dalam surah Ad-Duha ayat 10, Allah melarang umat-Nya menghardik peminta-minta. Jika tidak dapat memberi, tolaklah dengan cara yang baik. Sikap ini menunjukkan kasih sayang dan kepedulian kepada sesama.
“Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.” (QS Ad-Duha: 10)
3. Tidak Riya atau Sombong
Allah mengingatkan dalam surah An-Nisa ayat 38 agar umat Islam bersedekah dengan niat yang tulus, bukan karena ingin dipuji atau terlihat dermawan. Sedekah yang dilakukan untuk mencari perhatian manusia akan menghilangkan nilai kebaikan di sisi Allah.
“Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.” (QS An-Nisa’: 38)
4. Tidak Berlebihan dan Tidak Kikir
Dalam surah Al-Furqan ayat 67 dan Al-Isra ayat 26, umat Islam diperintahkan untuk bersedekah secara proporsional. Sedekah tidak boleh dilakukan secara berlebihan hingga melampaui kemampuan, namun juga tidak boleh terlalu sedikit hingga mengurangi hak orang lain.
Kita juga diajarkan untuk mendahulukan kebutuhan keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat sebelum memperluas bantuan kepada yang lain.
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS Al-Furqan: 67)
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (QS Al-Isra’ ayat 26)
5. Menyegerakan Sedekah
Sedekah sebaiknya dilakukan tanpa menunda-nunda. Surah Al-Munafiqun ayat 10 mengingatkan bahwa manusia sering kali menyesal saat ajal mendekat karena belum sempat bersedekah.
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ‘Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?’,” (QS. Al-Munafiqun: 10)
Oleh karena itu, penting untuk segera bersedekah selagi masih ada kesempatan, sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah.
Memahami dan mempraktikkan adab-adab sedekah akan menyempurnakan pahala dan keberkahan. Jangan sampai amal mulia ini menjadi sia-sia karena kelalaian terhadap adab yang telah diajarkan. Mari kita bersedekah dengan niat tulus, harta terbaik, dan sikap yang penuh kasih.





