JAKARTA, KBKNEWS.id – Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah menjadi salah satu hari istimewa bagi umat Islam dan menjadi kesempatan bagi umat muslim memperbanyak permohonan ampunan.
Selain identik dengan puasa Arafah dan pelaksanaan wukuf bagi jamaah haji di Padang Arafah, hari tersebut juga diyakini sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Di momen ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak dzikir, istighfar, serta munajat karena Hari Arafah dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Keutamaan tersebut sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Imam At-Tirmidzi.
Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada Hari Arafah. Rasulullah juga mengajarkan kalimat tauhid sebagai dzikir utama yang dibaca para nabi.
Banyak umat Islam di Indonesia kerap bertanya mengenai kapan waktu paling utama untuk berdoa di Hari Arafah. Hal itu disebabkan adanya perbedaan waktu antara Indonesia dan Arab Saudi, tempat jamaah haji melaksanakan wukuf.
Para ulama menjelaskan bahwa sepanjang tanggal 9 Dzulhijjah merupakan waktu yang mulia untuk beribadah dan berdoa. Namun, waktu yang dianggap paling utama ialah saat jamaah haji menjalani wukuf di Padang Arafah, yakni setelah matahari tergelincir hingga menjelang magrib waktu Arab Saudi.
Biasanya, wukuf berlangsung sekitar pukul 12.00 hingga 18.00 waktu Arab Saudi. Jika disesuaikan dengan waktu di Indonesia, maka momen tersebut berkisar pukul 16.00–22.00 WIB, 17.00–23.00 WITA, dan 18.00–00.00 WIT.
Meski demikian, keutamaan Hari Arafah tidak hanya terbatas pada waktu wukuf di Mekkah. Sejak memasuki tanggal 9 Dzulhijjah di daerah masing-masing, umat Islam sudah dianjurkan memperbanyak ibadah, dzikir, dan doa hingga malam hari.
Karena itu, umat Muslim di Indonesia tetap dapat mulai memperbanyak doa sejak pagi hari, lalu meningkatkan munajat pada sore hingga malam yang bertepatan dengan waktu wukuf jamaah haji di Arafah.





