Donald Trump Janjikan “Neraka” Untuk Hamas Jika Sandera Tak Dibebaskan

Washington, Amerika Serikat – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras kepada kelompok Hamas terkait pembebasan sandera di Jalur Gaza. Trump menyatakan akan ada “neraka yang harus dibayar” di Timur Tengah jika para sandera tidak dibebaskan sebelum pelantikannya pada (20/01/2025).

Setelah serangan mematikan terhadap Israel pada Oktober tahun lalu, Hamas dan militan aliansinya menculik lebih dari 250 orang, termasuk warga negara ganda Israel-Amerika. Hingga kini, sekitar separuh dari 101 sandera asing dan sandera Israel diyakini masih hidup. Namun, upaya pembebasan melalui perundingan gencatan senjata belum memberikan hasil yang nyata.

Trump, yang memenangkan pilpres AS pada November lalu, menyampaikan pernyataan paling eksplisitnya terkait nasib para sandera di Jalur Gaza melalui media sosial. “Jika para sandera tidak dibebaskan sebelum (20/01/2025), akan ada NERAKA YANG HARUS DIBAYAR di Timur Tengah,” ujar Trump. Ia juga memperingatkan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi konsekuensi yang belum pernah terjadi dalam sejarah AS.

Konflik di Jalur Gaza telah berlangsung selama lebih dari setahun, dimulai dengan serangan mendadak Hamas pada Oktober tahun lalu yang menewaskan 1.200 orang di Israel, sebagian besar warga sipil. Sebagai balasan, serangan militer Israel menghancurkan sebagian besar wilayah Jalur Gaza dan menewaskan lebih dari 44.000 orang, menurut otoritas kesehatan Gaza. Mayoritas korban adalah warga sipil.

Hamas menyerukan diakhirinya perang dan penarikan total pasukan Israel dari Jalur Gaza sebagai syarat pembebasan sandera. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer akan berlanjut hingga Hamas dimusnahkan sepenuhnya.

Pada Senin (2/12), Hamas melaporkan bahwa 33 sandera di Jalur Gaza telah tewas akibat perang yang berkecamuk selama hampir 14 bulan. Namun, detail kewarganegaraan para sandera yang tewas belum diungkapkan.

Dengan ancaman terbaru dari Trump, situasi di Timur Tengah berpotensi semakin memanas. Sikap tegas AS terhadap Hamas di bawah pemerintahan baru ini akan menjadi faktor penting dalam dinamika konflik yang sudah kompleks.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here