Akibat DBD,Ratusan Orang Dirawat di Merauke

Ilustrasi

MERAUKE-Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mencatat ada 370 pasien demam berdarah dengue (DBD) dirawat sejak Januari-Juni 2016, tiga di antaranya meninggal dunia.

“Orang tuanya terlambat bawa ke rumah sakit sehingga tak tertolong. Total yang dirawat di rumah sakit maupun di puskesmas sebanyak 370 orang,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Merauke, Stefanus Osok, seperti dikutip JPNN Rabu (13/7)

Ia mengaku jumlah pasien DBD tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 370 pasien itu dapat ditolong, dan dipulangkan. Sementara jumlah yang meninggal lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, yakni delapan orang.

“Umumnya pasien DBD itu anak-anak. DBD ini endemik di Merauke, oleh karena itu masyarakat juga harus terus menggiatkan gerakan 3 M disertai kebersihan lingkungannya,” pinta Osok.

Persoalan demam berdarah, demikian Osok, karwna kurang adanya perhatian masyarakat dalam menjaga lingkunganya. Warga semestinya tidak diingatkan lagi soal kebersihan lingkungan, tetapi aktif menjaga lingkungannya.

“Kalau sampah berserakan, bak tidak dikuras, air tergenang dan lain-lain. Ini kan tentu muncul jentik nyamuk. Berulang kali kita imbau, tapi sepertinya tak peduli. Kalau sudah begini pemerintah disalahkan,” celetuknya.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan secara berkelanjutan memberi abate maupun fogging guna mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Direktur RSUD Merauke, dr. Nevile Muskita membenarkan jika jumlah pasien DBD tahun ini lebih banyak dibanding tahun 2015 lalu.

“Sebagian besar tertolong setelah mendapat tindakan medis, yang meninggal memang tiga orang,” pungkasnya.

Advertisement