GROBOGAN – PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan skenario pengalihan jalur terhadap sejumlah perjalanan kereta api dampak banjir di petak jalan antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto dalam keterangan di Jakarta, Selasa (21/1/2025), mengatakan kereta api yang dialihkan jalurnya adalah KA 231 Ambarawa lintas Surabaya-Semarang (Sbi-Smc) memutar via Gresik (Gbn)-Gundih (Gd)-Babat (Bbg)-Semarang (Smc).
Kemudian KA 61 Sembrani lintas Surabaya-Jakarta (Sbi-Smt-Gmr) memutar via Gbn-Gd-Bbg-Smt, KA 284 Parcel Utara lintas Kalibodri-Surabaya (Kpb-Smt-Sbi) memutar via Smt-Bbg-Gd-Gbn.
Juga KA 1 Argo Bromo Anggrek lintas Surabaya-Jakarta (Sbi-Smt-Gmr) memutar via Sbi-Sgu-Kts-Sk-Bbg-Smt, dengan penyesuaian untuk penumpang di Stasiun Bojonegoro.
Selain itu, akibat banjir tersebut, terdapat kereta api yang dibatalkan perjalanannya, yakni KA 545 Kedung Sepur lintas Ngrombo-Semarang (Nbo-Smc)
Selanjutnya, KA 546 Kedung Sepur lintas Semarang-Ngrombo (Smc-Nbo); KA 230 Ambarawa lintas Semarang-Surabaya (Smc-Sbi); dan KA 229 Ambarawa lintas Surabaya-Semarang (Sbi-Smc).
KAI menginformasikan perjalanan kereta api terganggu akibat banjir yang terjadi di petak jalan antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Genangan air setinggi 20 cm pada Km 32+5/7 memaksa jalur ini ditutup sementara, mulai pukul 04.44 WIB demi keselamatan perjalanan kereta api.
Untuk menangani kondisi ini, KAI telah mengerahkan puluhan petugas di lapangan yang dilengkapi dengan alat berat, material batu kricak, dan perlengkapan lainnya.
Penanganan difokuskan pada pengalihan luapan air serta pembersihan sampah yang terbawa banjir yang berpotensi menghambat operasional jalur kereta api. Langkah itu dilakukan secara intensif agar jalur dapat segera digunakan kembali.




