WASHINGTON – Otoritas imigrasi Amerika Serikat telah mendeportasi lebih dari 4.000 imigran gelap hanya dalam minggu pertama sejak operasi penggerebekan dimulai. Hal ini disampaikan oleh Tom Homan, kepala perbatasan dalam pemerintahan Presiden Donald Trump, pada Rabu (29/1/2025).
“Kami baru melakukannya selama satu pekan dan sudah ada lebih dari 4.000 (deportasi), yang sungguh menakjubkan,” kata Homan kepada NewsNation dalam wawancara Rabu pagi waktu setempat.
Homan juga menyatakan bahwa pemerintah berencana meningkatkan jumlah tim yang terlibat dalam penggerebekan serta mempercepat proses deportasi. Target utama operasi ini adalah sekitar 700.000 imigran gelap yang memiliki catatan kriminal.
Sejumlah laporan media mengungkapkan bahwa sejak penggerebekan imigrasi dimulai, tempat-tempat seperti lokasi konstruksi, pusat perbelanjaan, dan area lain yang biasanya dikunjungi oleh imigran gelap mulai terlihat kosong.
Pemerintahan Presiden Joe Biden sendiri telah menghadapi lonjakan imigrasi ilegal selama tiga tahun berturut-turut.
Berdasarkan data Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP), lebih dari delapan juta imigran telah memasuki wilayah AS secara ilegal melalui perbatasan selatan sejak Januari 2021.




