RUMANIA (KBK) – Polisi Rumania telah menahan 38 orang yang diduga menjadikan puluhan pemuda seperti budak selama bertahun-tahun.
Mereka memaksa pemuda tersebut melakukan berbagai jenis pekerjaan dan mengadu mereka dalam pertarungan satu lawan satu untuk hiburan.
Penangkapan berlangsung pada Kamis (14/7/2016) lalu menyusul serangan yang dilakukan polisi dalam skala besar, sehari sebelumnya di Berevoesti, 170km utara ibukota, Bucharest.
Lima orang, termasuk dua anak laki-laki berusia 10 dan 12, dibebaskan setelah penggerebekan.
“Puluhan pemuda yang menjadi tawanan terikat dan merayap di lantai, mereka dipukuli dan dipermalukan, mereka hidup kekurangan makanan dan untuk makan mereka diberi memo,” ungkap petugas Direktorat Investigasi Kejahatan Terorganisir dan Terorisme, (DIICOT).
Dikatakannya, mereka telanjang, terkadang mereka dilempari air dingin dan panas. Tangan dan kaki mereka diikat dan mereka diberi makan dari tanah. Mereka diperintahkan untuk melawan satu sama lain guna menghibur para tersangka.
Sejak 2008, sekitar 40 korban telah ditangkap di tempat-tempat umum, dekat gereja atau stasiun kereta api, atau di rumah mereka kemudia dipaksa untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, merawat hewan, mengemis di jalanan, dan melakukan pembalakan liar.
Beberapa korban diyakini telah mengalami pelecehan seksual juga, kata jaksa.
“Perlakuan mereka sangat mengerikan,” kata juru bicara DIICOT Mihaela Porime seperti dikutip KBK dari Al Jazeera.





