Fenomena Borong Emas 2024: Investasi Aman atau Sekadar Ikut Tren?

Warga antre pemesanan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam di Pulogadung, Jakarta, 15 April 2025. [Foto: Tempo]

Masyarakat Indonesia tengah berbondong-bondong membeli emas sebagai bentuk investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Lonjakan minat ini tak lepas dari kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta potensi kemerosotan ekonomi global yang terus menghantui.

Banyak warga memilih menyimpan kekayaannya dalam bentuk emas karena dinilai lebih stabil dibanding instrumen lain seperti saham atau deposito.

Fenomena ini terjadi hampir serentak di berbagai kota besar, mulai dari Jakarta, Surabaya, hingga Makassar, menunjukkan bahwa tren ini bukan kasus lokal, melainkan gerakan nasional yang luas.

Emas Jadi Pilihan Utama di Tengah Ketidakpastian

Dalam beberapa bulan terakhir, permintaan emas di Indonesia melonjak tajam. Data menunjukkan bahwa pembelian emas batangan meningkat dari 781,7 ton pada 2023 menjadi 860,7 ton pada 2024, mencerminkan pertumbuhan sekitar 10%.

Kondisi ekonomi global yang tidak menentu, termasuk gejolak geopolitik dan ketidakstabilan harga komoditas, mendorong masyarakat untuk mencari instrumen investasi yang lebih stabil.

Harga Emas Terus Meroket

Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Pada 23 April 2025, harga emas Antam mencapai Rp2.039.000 per gram, naik Rp23.000 dari hari sebelumnya.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh melemahnya dolar AS, yang membuat emas lebih terjangkau bagi investor asing dan meningkatkan permintaan global.

Antrean Panjang dan Pre-Order Emas

Fenomena borong emas tidak hanya terlihat dari data penjualan, tetapi juga dari antrean panjang di gerai-gerai emas.

Di beberapa lokasi, masyarakat bahkan rela antre sejak subuh untuk membeli emas, dan banyak yang memilih untuk melakukan pre-order karena stok yang terbatas.

FOMO atau Kesadaran Investasi?

Para ahli menilai bahwa tren borong emas ini dipengaruhi oleh perilaku ikut-ikutan atau Fear of Missing Out (FOMO)

Namun, ada juga yang melihatnya sebagai tanda meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here