
Jakarta, KBKNews.id — Siapa sangka, film animasi lokal yang satu ini bisa bikin kita semua terpana? Sejak trailer perdana rilis, netizen udah heboh, penasaran sama ceritanya yang konon ‘beda banget’ dari animasi Indonesia sebelumnya.
Raditya Dika mengupas tuntas rahasia sukses film animasi Jumbo dalam video “Rahasia Sukses Film Jumbo” yang diunggah di kanal YouTube-nya pada 24 April 2025.
Dalam video berdurasi satu jam itu, ia mewawancarai sutradara Ryan Adriandhy dan para tim kreatif untuk menggali cerita di balik layar. Fakta-fakta ini sekaligus menjawab antusiasme penonton yang terus membanjiri bioskop sejak perilisannya.
Diproduksi Selama Lima Tahun
Film Jumbo memulai proses kreatifnya pada 2019 dan secara resmi diproduksi sejak September 2021 di bawah Visinema Animation.
“Kami memulai tahap pra‐produksi sejak 2019 untuk merumuskan konsep, tapi produksi penuh baru berjalan dua tahun terakhir,” ujar Ryan dalam video Rahasia Sukses Film Jumbo yang diunggah di kanal YouTube Raditya Dika pada Kamis (24/4/2025)
Lebih dari 420 kreator animator, penulis, musisi, dan seniman visual bergotong-royong untuk menghadirkan 24 frame animasi per detik yang berkualitas tinggi. Panjangnya waktu produksi menegaskan komitmen tim dalam menghadirkan hasil terbaik bagi penonton.
Rekor 1 Juta Penonton dalam 7 Hari
Hanya dalam tujuh hari sejak tayang perdana pada 31 Maret 2025, Jumbo berhasil menyentuh angka satu juta penonton di dalam negeri.
Pencapaian ini mematahkan rekor animasi lokal sebelumnya, Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017) yang meraih 642.312 penonton. Media asing pun menyoroti lonjakan penonton yang konsisten setiap hari penayangan.
Box Office Asia Tenggara dan Pendapatan US$ 10 Juta
Di pasar regional, Jumbo menjadi film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa. Mengantongi pendapatan lebih dari US$ 10 juta per 14 April 2025.
“Mencapai angka tersebut bukan hanya soal finansial, tapi bukti bahwa cerita lokal bisa mendunia,” tutur Ryan.
Angka ini menempatkan Jumbo di puncak peringkat animasi Asia Tenggara, menggeser rekor sebelumnya yang dipegang Mechamato Movie (Malaysia, 2022). Kesuksesan ini membuka jalan bagi industri animasi Tanah Air di kancah internasional.
Rilis Global di 17 Negara
Visinema Animation memastikan Jumbo tayang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di 17 negara di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.
“Kami ingin memastikan penonton di manapun bisa merasakan keajaiban cerita Jumbo,” kata Ryan.
Negosiasi distribusi masih berlanjut, sehingga daftar negara penayangan diprediksi akan bertambah. Keberhasilan ini membuktikan daya tarik cerita dan visual Jumbo bagi audiens global.
Debut Sutradara dan Kolaborasi Ratusan Kreator
Ryan Adriandhy, komika pemenang Stand Up Comedy Indonesia musim pertama (2011) memulai debutnya sebagai sutradara film panjang lewat Jumbo.
Selama lima tahun, ia memimpin tim lebih dari 420 kreator lokal untuk menyelesaikan proyek ambisius ini. Kesungguhan dan visi kreatifnya menjadi kunci menyentuh hati penonton.
“Mengarahkan tim lebih dari 420 kreator selama lima tahun adalah tantangan terbesar sekaligus kebanggaan saya,” ungkap Ryan.
Pengisi Suara dan Soundtrack yang Memikat
Jumbo menampilkan barisan pengisi suara artis papan atas: Bunga Citra Lestari, Ariel NOAH, Angga Yunanda, Cinta Laura, hingga Prince Poetiray dan Quinn Salman. Original soundtrack “Selalu Ada di Nadimu” karya Laleilmanino hadir dalam dua versi, meningkatkan nuansa emosional film.
Dengan fakta-fakta unik ini, Jumbo tidak hanya menjadi tontonan keluarga, tapi juga bukti nyata kemampuan industri animasi Indonesia bersaing di kancah global.




