Ini Dia Kota ‘Sarang’ Pemeras Pejabat di China

Ini dia kota pemeras di China. Foto:Shanghaiist

CHINA (KBK) – Shuangfeng, sebuah kabupaten di Hunan, China sebelumnya dikenal sebagai “ibukota ID palsu”. Karena dari sini, pemalsuan identitas dan pencurian identitas secara online terjadi.

Namun kini, kawasan ini mendapat julukan baru sebagai sarang pemeras dengan PS (photoshop), tidak sedikit pejabat yang terkena ulah penjahat siber dari kawasan ini, dengan mengolah gambar pejabat tersebut dengan pelacur kemudian dijadikan untuk bahan memeras, pejabat itu dituding telah melakukan skandal seks.

“Kalau ingin aman, maka korban harus membayar, kalau tidak foto akan beredar,” tulis Shanghaiist.

Dari database pengadilan di China dengan menggunakan kata kunci PS (Photoshop), pemerasan dan komposit (gambar komposit), ditemukan 70 kasus dalam rentang waktu 2009-2016, yang melibatkan 331 korban dan total hasil perasan RMB 700 juta .

“Nah, penjahatnya dari 129 yang ditangkap karena memeras, ternyata 62 orang berasal dari Shuangfeng, Hunan,” tulis media itu.

Menurut Chongqing Morning Post, Shuangfeng County sudah menjadi sorotan sebanyak 5 kali selama 2009 oleh Departemen Keamanan Publik atas maraknya kriminal di kawasan tersebut.

“Kejahatan yang marak terjadi karena penipuan melalui pesan teks yang didistribusi ke ID palsu. Namun pada 2013 dan 2015, kabupaten ini berubah menjadi sarang pemeras,” kata Shanghaiist..

Dari 331 korban, 78 setuju untuk membayar, kebanyakan dari mereka pejabat tingkat tinggi dalam pemerintah atau BUMN. Salah satu korban adalah Geng Mingsheng – presiden sebuah pengadilan distrik di ibukota Provinsi Hunan – yang diperas sebesar RMB520.000 tahun 2013.

Geng kepada The Paper mengakui, ia menyadari sepenuhnya foto-foto mirip dia itu palsu, ia mematuhi pemeras untuk menghindari kesulitan yang mungkin timbul jika foto itu beredar.

Ia akan lelah membersihkan namanya setelah rumor mulai menyebar. Alasan lain, ia membiarkan pemeras menyelesaikan kejahatan mereka, sehingga mereka bisa dapat dituntut dan dimintai tanggung jawab untuk biaya yang lebih serius,” jelasnya.

Advertisement