Cegah Pikun sejak Dini, Ini Nutrisi Otak yang Perlu Dikonsumsi

Ilustrasi Demensia, Alzheimer. (Foto: SHUTTERSTOCK/fizkes)

JAKARTA, KBKNews.id – Demensia, atau dikenal juga sebagai kepikunan, merupakan sekumpulan gejala yang timbul akibat penurunan fungsi otak secara signifikan, sehingga mengganggu aktivitas harian penderitanya.

Gejalanya mencakup melemahnya daya ingat, kemampuan berpikir dan berkomunikasi, serta kesulitan dalam mengendalikan emosi dan perilaku, hingga berdampak pada interaksi sosial.

Hingga kini, belum ditemukan obat yang benar-benar menyembuhkan demensia. Namun, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, salah satunya melalui asupan gizi yang tepat.

Mengutip laporan Eating Well tanggal 13 Juni 2025, para peneliti dari Universitas Columbia meneliti kaitan antara asupan nutrisi dan risiko demensia.

Studi ini melibatkan 6.280 peserta dari Health and Retirement Study di Amerika Serikat, yang memiliki catatan pola makan lengkap serta evaluasi kognitif.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nutrients menyebutkan lima jenis nutrisi yang terbukti berhubungan dengan penurunan risiko demensia, yaitu:

  • Isorhamnetin (Sejenis Flavonol)

Dapat ditemukan dalam berbagai buah dan sayur seperti beri, apel, pir, ceri, anggur hijau, juga dalam kacang almond, minyak biji bunga matahari, dan tanaman ginkgo biloba.

  • Mangan

Merupakan mineral yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh dan sistem kekebalan. Bersifat sebagai antioksidan, mangan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sumber mangan meliputi polong-polongan, kacang-kacangan, biji utuh, serta sayuran berdaun hijau.

  • Serat Makanan

Serat dikenal baik untuk pencernaan dan juga mendukung kesehatan otak dengan membantu mengontrol gula darah dan peradangan.

  • Vitamin E (Beta Tokoferol dan Beta Tokotrienol)

Seperti mangan, vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang menjaga sel dari kerusakan. Nutrisi ini banyak terdapat pada kacang-kacangan, biji-bijian, minyak biji bunga matahari, bibit gandum, bayam, dan brokoli.

Bila Anda merasa belum cukup mengonsumsi makanan kaya zat gizi di atas, pertimbangkan untuk mulai memperbaiki pola makan. Contohnya, ganti camilan harian dengan makanan bernutrisi seperti kacang-kacangan dan buah beri.

Selain perbaikan pola makan, faktor lain yang turut menjaga kesehatan otak antara lain aktivitas fisik yang teratur, manajemen stres yang baik, dan kualitas tidur yang cukup. Kombinasi faktor-faktor ini dapat membantu menurunkan risiko terjadinya demensia secara alami.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here