
KOMBINASI air kiriman dari hulu Sungai Ciliwung dan hujan lebat di hampir seluruh wilayah, Minggu siang, (6/7) membuat sejumlah kawasan di Jakarta terutama Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam air.
Air kiriman dari hulu Sungai Ciliwung sudah sampai di sejumlah wilayah di Jakarta sejak Minggu pagi, sementara huja lebat dan merata dengan durasi cukup lama turun di wilayah Jakarta turun sejak sekitar pukul 15.00 sampai 17.30.
BPBD DKI Jakarta melaporkan, ada 51 Rukun Tetangga (RT) Â terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai tiga meter di titik terparah, seperti yang dialami warga di Kel. Bidara Cina dan Tanah Redah, Jatinegara. Di Jaksel, genangan air menerpa 33 RT sedangkan di Jaktim 18 RT.
Ketinggian genangan di lokasi banjir bervariasi mulai dari 60 cm hingga 265 cm, tergantung wilayah terdampak. BPBD menyatakan bahwa curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung menjadi penyebab utama genangan yang terjadi sejak dini hari.
Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (5/7) menyebabkan Bendung Katulampa dan Pos Depok naik ke Siaga 3, begitu pula di Pinu Air Mangarai berstatus Siaga 3Â saat debit air mencapai 770 mm.
“Penyebab banjir kali ini adalah banjir kiriman karena curah hujan yang cukup tinggi, Â di atas 200 liter,” ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung selepas menghadiri Hari Keluarga Nasional di TMII, Jakarta Timur, Minggu (6/7).
Pramono menyebut, Dinas SDA sudah melakukan upaya-upaya untuk menangani banjir tersebut dan menurut dia, Â banjir kiriman lebih mudah ditangani.
“Sekarang proses sedang dilakukan di lapangan. Banjir kiriman cara penanganannya lebih gampang dibandingkan dengan banjir yang  disebabkan  curah hujan tinggi, sementara selokan atau saluran tidak tertangani dengan baik,” ujarnya.
Kerahkan pompa air
Untuk itu Pramono menyatakan, Dinas SDA sudah  mengerahkan pompa air untuk menangani banjir sehngga ia berharap, hari ini banjir sudah surut.
“Semua pompa sudah difungsikan, kemudian pintu pintu air sudah kita atur, sehingga mudah-mudahan siang ini banjirnya sudah surut,” jelasnya.
BPBD DKI Jakarta dilaporkan juga sudah mnyiapkan tujuh lokasi pengungsian bagi warga terdampak banjir di sejumlah lokasi di Jakarta. Ihwan 24 KK dengan 74 jiwa dan Posko SDN1 dan 02 Kp. Melayu 36 KK dengan 119 jiwa dan Masjid al-Hawi, Cililitan 11 KK dengan 33 jiwa.
Posko pengungsian di Masjid al-Abror, Bidaracia menampung 33 kk atau 136 orang, masjid jammi Ittihadul
Warga tidak terlalu perduli, apakah banjir disebabkan  air kiriman dari hulu S. Ciliwung  atau hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta. Yang penting, mereka yang tinggal di kawasan langganan banjir bisa terbebas dari bencana alam tersebut.




