KABUL—Jumlah warga sipil yang tewas dan terluka dalam konflik di Afghanistan menembus rekor baru. PBB melaporkan, dalam enam bulan terakhir, jumlah korban tewas mencapai 1.601 orang. Sementara itu ada 3.565 warga sipil yang terluka.
Korban ini berjatuhan karena konflik berkepanjangan pasca runtuhnya rezim Taliban tahun 2001. Mereka berupaya menggulingkan pemerintahan saat ini. Serangan Taliban menyumbang sekitar 60 persen dari korban tewas. Demikian disitat dari Channel News Asia, Senin (25/7/2016).
Terakhir, dua serangan pada Sabtu (23/7) lalu menyebabkan 80 orang tewas dan melukai 230 orang. Serangan ini dilakukan Negara Islam (ISIS).
Laporan itu juga menyebutkan, intensitas serangan yang dilakukan pasukan pro-pemerintah meningkat 47 persen dibanding tahun lalu. Serangan ini berkontribusi 22 persen terhadap jatuhnya korban jiwa.




