Agar Amalan Tidak Hangus, Hindari 5 Sikap Penghapus Pahala

JAKARTA, KBKNews.id – Dalam ajaran Islam, setiap amal baik yang dilakukan dengan niat tulus dan ikhlas tidak akan sia-sia di sisi Allah SWT. Namun, penting untuk diketahui bahwa ada sejumlah sikap dan perbuatan yang bisa membatalkan pahala tersebut, bahkan jika amalan itu dilakukan dengan susah payah.

Oleh sebab itu, setiap muslim perlu berhati-hati agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang bisa merusak nilai ibadahnya.

Tanpa disadari, seseorang bisa terperangkap dalam sifat buruk seperti riya (pamer ibadah), syirik (menyekutukan Allah), atau merasa diri lebih baik dari orang lain (sombong).

Sikap-sikap ini dapat menyebabkan amalan yang telah dilakukan dengan susah payah menjadi tidak bernilai di hadapan Allah SWT.

Mengetahui dan menjauhi hal-hal yang dapat menghapus pahala adalah bagian dari upaya menjaga keikhlasan dan kelurusan dalam beribadah.

Berikut ini adalah beberapa perilaku yang bisa menyebabkan gugurnya pahala amal kebaikan menurut berbagai sumber Islam:

1. Meninggalkan Islam (Murtad)

Orang yang keluar dari agama Islam atau berpindah ke keyakinan lain, maka seluruh amal baik yang pernah dilakukan menjadi tidak berarti. Di akhirat kelak, orang tersebut akan ditempatkan di neraka dan tinggal di dalamnya selamanya.

Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah: 217 bahwa amalan orang yang murtad akan terhapus baik di dunia maupun akhirat.

وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُو۟لَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

“Barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, kemudian meninggal dalam keadaan kafir, maka sia-sialah amal mereka di dunia dan di akhirat. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah: 217)

2. Syirik (Menyekutukan Allah)

Menyekutukan Allah dengan makhluk lain adalah dosa terbesar yang tidak akan diampuni jika tidak bertobat sebelum wafat.

Dalam QS Al-An’am: 88, Allah menyatakan bahwa seluruh amal orang yang berbuat syirik akan gugur.

وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan (Allah), niscaya gugurlah seluruh amalan yang telah mereka lakukan.” (QS Al-An’am: 88)

Contoh syirik antara lain pergi ke dukun, percaya pada ramalan, atau memakai jimat sebagai pelindung selain kepada Allah.

3. Riya dan Sumah

Riya berarti melakukan ibadah untuk dilihat orang lain, sedangkan sumah adalah menyebut-nyebut amal agar dipuji. Kedua sifat ini merusak keikhlasan dan bisa menyebabkan amal tidak diterima.

Dalam QS Al-Ma’un: 4–6, Allah mengancam orang yang salat namun lalai dan berbuat riya dengan kecelakaan (azab).

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ﴿٥﴾ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

“Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu mereka yang lalai dari salat-nya, dan berbuat riya.” (QS Al-Ma’un: 4–6)

4. Gibah (Menggunjing)

Membicarakan keburukan orang lain, walaupun benar, tergolong perbuatan tercela. Gibah disamakan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah mati.

Dalam QS Al-Hujurat: 12, Allah memperingatkan umat-Nya untuk menghindari prasangka buruk, mencari-cari kesalahan, dan gibah, karena perbuatan itu sangat dibenci-Nya.

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌۭ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًۭا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌۭ رَّحِيمٌۭ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa. Dan janganlah mencari-cari kesalahan orang lain, serta janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat: 12)

5. Sombong

Sombong adalah merasa diri lebih hebat dari orang lain dan merupakan salah satu sifat yang dibenci oleh Allah. Sifat ini bisa menyebabkan amalan baik terhapus karena menunjukkan keangkuhan kepada sesama maupun kepada Sang Pencipta.

Dalam QS Luqman: 18, Allah memerintahkan agar tidak bersikap angkuh dan congkak dalam bersosialisasi dan berjalan di muka bumi.

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍۢ فَخُورٍۢ

“Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di Bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS Luqman: 18)

Setiap muslim hendaknya tidak hanya fokus pada berbuat amal kebaikan, tetapi juga harus menjaga hati dan sikap dari hal-hal yang dapat merusak pahala.

Menjauhi kemurtadan, syirik, riya, gibah, dan kesombongan merupakan bagian dari menjaga keikhlasan serta kelestarian amal saleh.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here