
PENYAKIT langka: “Sindrom Wajah Iblis” membuat penderitanya melihat wajah orang lain tampak seperti iblis atau setan ditemukan oleh para peneliti Universitas Dartmouth, Hampshire, Amerika Serikat.
Prosopometamorphopsia (PMO) atau sindrom wajah iblis adalah kelainan yang menyebabkan wajah orang lain tampak terdistorsi. Penderitanya melihat fitur hidung, mulut atau mata tampak miring, berubah ukuran, bahkan tampak aneh, walau di mata orang lain terlihat normal normal saja.
Penyakit itu seperti dilansir CNN dan dikutip Detikhealth (9/7) dialami oleh Victor Sharrah (59).
Secara mendadak, dia menyadari bahwa wajah orang-orang di sekitarnya tampak seperti setan. Telinga, hidung, dan mulut mereka terentang ke belakang, dan terdapat lekukan dalam di dahi, pipi, dan dagu mereka.
“Rasanya seperti menatap setan. Bayangkan saat bangun pagi tiba-tiba semua orang di dunia tampak seperti makhluk dalam film horor.”
Distorsi tersebut, menurut Victor, hanya muncul ketika dia melihat orang secara langsung, bukan dalam foto atau melalui layar komputer.
Hal itu memberi para peneliti kesempatan untuk memvisualisasikan seperti apa wajah yang melengkung pada seseorang dengan PMO, sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Para peneliti di Dartmouth College menciptakan representasi digital dari apa yang dialami Sharrah.
Untuk menciptakan visual, para peneliti meminta Sharrah untuk menjelaskan perbedaan antara foto wajah orang dan orang sungguhan yang berdiri di depannya.
Para peneliti kemudian menggunakan perangkat lunak penyunting gambar untuk memodifikasi gambar agar sesuai dengan deskripsi Sharrah.
Gejala PMO
Gejala PMO sering kali hilang setelah beberapa hari atau minggu, meskipun dalam beberapa kasus gejala tersebut dapat bertahan selama bertahun-tahun. Sharrah mengatakan bahwa ia masih melihat wajah-wajah jahat.
Para peneliti memberikan dua kemungkinan pemicu untuk kasus Sharrah. Pertama, ia mengalami keracunan karbon monoksida empat bulan sebelum gejala PMO-nya muncul.
Kedua, ia mengalami cedera kepala yang parah pada usia 43 tahun: Saat ia mencoba membuka pegangan pada trailernya, Sharrah terjatuh ke belakang dan kepalanya terbentur beton.
Menurut penelitian tersebut, dari pemindaian MRI terdapat lesi di sisi kiri otaknya.
Penulis utama penelitian, Antônio Mello, mahasiswa Ph.D. yang bekerja di Laboratorium Persepsi Sosial Dartmouth, mengatakan bahwa ada juga orang menghubungi laboratoriumnya dengan gejala PMO yang sangat berbeda dari yang dialami Sharrah.
“Beberapa orang telah melihat distorsi wajah sejak mereka mengingatnya, sejak mereka masih anak-anak,” kata Mello. “Bagi mereka, mustahil untuk menemukan s kejadian tunggal yang menjadi penyebabnya.”
Terdapat kurang dari 100 laporan kasus PMO yang dipublikasikan, sementara para peneliti menduga kondisi ini disebabkan disfungsi jaringan otak yang menangani pemrosesan wajah, meskipun mereka belum sepenuhnya memahami pemicunya.
Beberapa kasus telah dikaitkan dengan trauma kepala, stroke, epilepsi, atau migrain, tetapi ada juga orang yang mengalami PMO tanpa perubahan struktural yang nyata pada otak mereka. (CNN/detikhealth/ns)




