Dompet Dhuafa dan Kolaborator Bawa Kurban ke Bitorik Setelah 26 Tahun Penantian

Dompet Dhuafa menyalurkan kurban lewat Program Tebar Hewan Kurban (THK) berupa 9 ekor sapi dan 1 ekor kambing untuk Masyarakat Desa Bitorik, Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, setelah menanti selama 26 tahun. (Foto: Dompet Dhuafa)

SERAM BAGIAN TIMUR, KBKNews.id – Setelah menanti selama 26 tahun, masyarakat Desa Bitorik akhirnya kembali merasakan semarak Hari Raya Iduladha. Jumat (6/6/2025), dan sepanjang Tasyrik, Dompet Dhuafa menyalurkan kurban dalam Program Tebar Hewan Kurban (THK), berupa 9 ekor sapi dan 1 ekor kambing untuk warga setempat.

Distribusi hewan kurban ini terwujud berkat kolaborasi Dompet Dhuafa bersama berbagai pihak, seperti komunitas Sejauh Angin, pasangan pegiat traveling, serta musisi Is Pusakata yang turut mengajak para pengikutnya di media sosial untuk berdonasi demi menghadirkan kurban bagi masyarakat di ujung timur Indonesia.

Tantangan tak kecil mewarnai proses pengiriman hewan kurban ke Bitorik, sebab desa ini tidak memiliki sapi lokal. Dompet Dhuafa harus mengangkut hewan kurban dari peternak di Desa Kobisonta, lalu melintasi lautan menggunakan truk dan kapal.

Setiap hewan yang dibawa telah memenuhi syarat kurban sesuai standar Dompet Dhuafa: sehat, jantan, berusia lebih dari dua tahun, dan berbobot sesuai dengan ketentuan dari para donatur.

Kedatangan hewan kurban disambut antusias oleh warga Bitorik. Sejak informasi kurban tersebar, masyarakat mulai mempersiapkan penyambutan: dari tenda, alat distribusi, hingga ritual adat.

Pada malam takbiran, warga menggelar pawai obor sambil bertakbir keliling desa. Keesokan harinya, dilakukan prosesi adat: hewan kurban dimandikan, diberi kain putih, lalu diarak keliling kampung sambil berselawat dan bertakbir, menciptakan suasana religius yang penuh haru.

Setibanya di lokasi penyembelihan, tokoh agama Muhammad Yasin memimpin prosesi dengan khidmat. Menariknya, setiap hewan kurban disembelih menggunakan parang yang berbeda—total 10 bilah parang disediakan untuk menjaga kekhusyukan prosesi adat yang telah turun-temurun dilakukan.

Dompet Dhuafa menyalurkan kurban lewat Program Tebar Hewan Kurban (THK) berupa 9 ekor sapi dan 1 ekor kambing untuk Masyarakat Desa Bitorik, Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, setelah menanti selama 26 tahun. (Foto: Dompet Dhuafa)

“Masyarakat senang sekali ketika mendengar akan ada yang mengirim hewan kurban ke sini. Apalagi jumlahnya sebanyak itu. Kami tak mau ini hanya kita saja yang menikmati. Kami bagikan juga daging-daging kurban ke desa-desa sekitar,” ujar Muhammad Yasin.

Sebagian daging kurban kemudian dikirim ke empat desa terdekat menggunakan perahu laut, menunjukkan kepedulian yang melampaui batas desa.

Setelah penyembelihan, seluruh warga berperan dalam proses pengolahan. Para pria bergotong royong memotong dan mengemas daging, sementara para perempuan memasak bersama di pinggir pantai. Beberapa warga bahkan membuat Raun, wadah tradisional dari daun sagu, sebagai tempat distribusi daging kurban.

Salah satu warga, Habibah (45), mengaku terharu bisa ikut serta dalam perayaan Iduladha kali ini. Ia mengaku tak menyangka akan memasak daging kurban sebanyak ini.

“Tak menyangka akan sebanyak ini dagingnya. Ini pertama kalinya saya masak daging sapi sebanyak ini. Bisa makan bersama seluruh warga,” tuturnya sambil tersenyum.

Kebersamaan kian terasa saat seluruh masyarakat Bitorik menyantap masakan kurban bersama-sama. Momentum ini menjadi pengingat kuat akan nilai persaudaraan, keikhlasan, dan berbagi dalam perayaan kurban.

Selain berbagi daging Tebar Hewan Kurban di Bitorik, ini tentang menghidupkan kembali harapan dan tradisi di tengah masyarakat yang selama puluhan tahun merindukan momen ini. Kamu masih bisa ikut bahagiakan mereka yang merindukan kurban melalui laman ini.

Oleh: Riza Muthohar

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here