Banjir Anyer, Jalan Terputus Karena Tertutup Lumpur

ilustrasi banjir pasang di Anyer

BANTEN – Banjir yang melanda Banten, termasuk kawasan pantai Anyer, telah mengakibatkan arus lalu lintas di pesisir Banten bagian barat yakni Labuan-Carita-Anyer-Cilegon terputus dan tertutup lumpur.

“Kami terus melakukan pengerukan juga kebersihan untuk mengangkut lumpur yang menutupi jalan setebal 50 sentimeter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukmana, di Anyer, kepada Antara.

Masyarakat yang melintasi jalan pesisir pantai Banten diharapkan beralih ke jalur lain sebab kondisi jalan LabuanCarita-Anyer dan Cilegon belum bisa dilintasi kendaraan.

Adapun pihak BPBD menargetkan ruas jalan pesisir Banten bisa dilintasi angkutan pda hari ini. Sukmana mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan evakuasi guna mengurangi resiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Pihaknya bersama tim gabungan terdiri dari Badan SAR, Dinas Sosial,Dinas Bina Marga, Kepolisian, TNI dan relawan siaga menghadapi bencana alam itu.

“Kami dengan tim gabungan itu tentu bekerja keras untuk mengangkut lumpur yang menutupi badan jalan,” katanya.

Sementara itu Kapolda Banten Brigjen Ahmad Dofiri mengatakan pihaknya hingga kini belum kembali membuka jalur pesisir Banten karena tergenang material banjir lumpur.

Apabila, pengerukan lumpur tersebut sudah selesai maka kendaraan diperbolehkan melintasi jalur Cilegon-Anyer-Carita dan Labuan. “Kami berharap banjir di pesisir Banten itu tidak lagi terjadi banjir susulan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, banjir yang melanda Pantai Anyer tersebut mengakibatkan ribuan rumah terendam juga arus lalu lintas lumpuh. Banjir disebabkan hujan deras disertai angin kencang dan petir, Minggu (24/7/2016) malam hingga akhirnya membuat Sungai Cikoneng meluap.

Advertisement