BOSTON (KBK) – Hampir 1.000 pengunjuk rasa, Ahad lalu berkumpul di Boston, Massachusetts. Mereka meminta Amerika Serikat segera mengekstradisi ulama Turki Fetullah Gulen, yang berdomisili di Amerika Serikat untuk mempertanggungjawabkan upaya kudeta mematikan yang didalanginya, 15 Juli 2016 lalu.
Seperti dilansir Kantor Berita Turki Anadolu, para pengunjuk rasa berkumpul di Taman Boston Common menuntut AS mengekstradisi Gulen yang dituduh Ankara mendalangi dan memimpin penggulingan pemerintahan yang dipilih secara demokratis.
Pemerintah Turki baru-baru ini sudah mengajukan permintaan ekstradisi resmi ke AS.
Warga AS asal Turki yang berdemo tersebut berasal dari Massachusetts, Connecticut dan Rhode Island, serta warga Azeri, Ahiska Turki. Bersama mereka juga ada warga Muslim Amerika asal beberapa negara di dunia yang turut mendukung Turki dan membenci kudeta.
Mereka berteriak dan melantunkan nyanyian serta membawa spanduk dengan bahasa Turki dan Inggris, “Kami berdiri dengan Turki”, “Obama, mengekstradisi Gulen”, dan “Feto, Cukup dengan Pengkhianatan Anda terhadap Bangsa”, mengacu pada kelompok yang dipimpin Gulen berupaya melakukan kudeta, melalui oknum dalam militer.
Upaya kudeta itu sendiri menyebabkan 246 orang menjadi martir, cedera 2.100 orang dan Pemerintah telah menahan lebih dari 11.000 tersangka dalam 10 hari terakhir.
Demonstrasi serupa juga terjadi di luar Gedung Putih, Times Square di New York, negara bagian Ohio dan di depan kompleks besar Gulen di Pennsylvania.





