JAKARTA, KBKNews.id – Tak pernah terbayangkan oleh Ayu bisa naik pesawat, bepergian ke luar kota tanpa biaya, hingga akhirnya duduk di bangku perkuliahan kampus negeri impiannya. Semua itu berawal dari satu hal yang mengubah hidupnya: Beasiswa Youth Ekselensia Scholarship (YES) dari Dompet Dhuafa.
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di kawasan Labuhan Deli, Deli Serdang, Sumatera Utara. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga.
Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga Ayu selalu menanamkan semangat dan cinta dalam setiap langkah pendidikannya.
“Waktu SMP, saya pernah diantar ayah naik motor. Di perjalanan, beliau berkata, ‘Ayah ingin lihat anak ayah kuliah, karena dulu ayah nggak bisa kuliah.’ Sejak itu, saya bertekad harus bisa mewujudkan mimpi ayah,” ujar Ayu dengan mata berkaca-kaca.
Saat Dompet Dhuafa Waspada membuka pendaftaran Beasiswa YES, Ayu memberanikan diri mendaftar meski sempat ragu karena banyak pesaing dari sekolah-sekolah besar di Medan. Namun takdir berkata lain: Ayu lolos seleksi dan resmi menjadi bagian dari keluarga besar YES Angkatan 3.
Lebih dari Sekadar Beasiswa
Bagi Ayu, Beasiswa YES bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Program ini menjadi ruang pembinaan diri yang menyeluruh—baik akademik, spiritual, maupun karakter. Selama satu tahun, Ayu mengikuti berbagai kegiatan, seperti Empowering Leadership Camp (ELC), pembinaan klasikal, mentoring individu, hingga aktivitas sosial. Ia juga menerima uang saku bulanan sebesar Rp300.000, yang sebagian ia tabung untuk biaya kuliah.
“Kak Intan, mentor saya, sudah seperti kakak sendiri. Saya ini anak pertama dan belum pernah punya sosok kakak. Beliau sering mengingatkan soal salat, ibadah sunah, bahkan menjadi tempat curhat saat saya lelah,” tutur Ayu.
Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika Ayu menjadi MC dalam kegiatan social project di SMP Negeri 11 Medan. “Saya belum pernah jadi MC di acara besar. Tapi entah kenapa, saya angkat tangan. Saya yakin, saya bisa. Dan ternyata benar, acaranya berjalan sukses,” kenangnya bangga.
Dari Medan ke Bogor: Pengalaman Pertama Naik Pesawat
Puncak dari seluruh kegiatan YES adalah Youth Leadership Festival (YLF) tingkat nasional di Bogor. Ayu terpilih menjadi salah satu perwakilan Medan setelah memenangkan lomba tahfidz tingkat regional. Ini adalah kali pertama dalam hidupnya ia naik pesawat.
“Rasanya campur aduk: bahagia, terharu, dan nggak nyangka semua ini bisa saya alami tanpa membebani orang tua. Semua dibiayai oleh Beasiswa YES,” ucap Ayu.
Dalam ajang tersebut, tim Medan berhasil meraih juara 3 lomba Cerdas Cermat. Ayu pulang dengan segudang pengalaman dan semangat baru.
Menembus PTN, Mengubah Masa Depan
Berkat dukungan mentor dan semangat pantang menyerah, Ayu akhirnya lulus jalur SNBT di Universitas Negeri Medan (UNIMED), jurusan Pendidikan Biologi. Ia berhasil meraih skor 498, angka yang menurutnya cukup tinggi dan menjadi berkah luar biasa.
“Saya sudah siapkan rencana cadangan kalau tidak lulus. Tapi Allah kasih rezeki lewat jalur ini. Alhamdulillah banget,” ungkapnya.
Kini, Ayu sedang menapaki jalan untuk mengubah masa depannya sekaligus mengangkat harapan keluarga. Ia bercita-cita menjadi guru yang tak hanya mengajar, tapi juga membentuk akhlak generasi bangsa.
“Saya ingin jadi donatur Beasiswa YES suatu hari nanti. Saya ingin membantu anak-anak dhuafa lain yang sedang berjuang seperti saya dulu,” tutup Ayu dengan penuh harap.




